Palangka Raya (ANTARA) - Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Tantawi Jauhari mengingatkan sekaligus meminta kepada pemerintah daerah, agar terus memperkuat sistem evaluasi rutin terhadap seluruh jaringan drainase di perkotaan.
"Kita semua tahu akhir-akhir ini masif pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang terus dilakukan pemerintah kota," katanya di Palangka Raya, Jumat.
Menurutnya, tanpa evaluasi berkala, pembangunan drainase hanya akan menjadi proyek fisik yang tidak memberikan dampak jangka panjang, sebab banyak saluran yang mengalami penurunan fungsi akibat kurangnya pemantauan.
Ia menilai, pertumbuhan kawasan permukiman dan perubahan tata ruang kota harus dibarengi dengan penyesuaian kapasitas drainase, terutama di wilayah yang kerap menjadi titik genangan saat hujan deras.
"Kalau kapasitas salurannya masih mengacu pada kebutuhan lama, wajar saja genangan tetap muncul meskipun perbaikan sudah dilakukan," ucapnya.
Tantawi menyebut, pemerintah kota perlu memperbarui peta kawasan rawan genangan dengan kajian teknis yang lebih komprehensif, termasuk menghitung proyeksi curah hujan yang semakin tidak menentu akibat perubahan iklim.
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi monitoring drainase, agar kondisi saluran bisa dipantau secara lebih cepat dan akurat, bukan hanya mengandalkan inspeksi manual yang dinilainya tidak lagi efektif.
"Dengan teknologi, pemerintah bisa mengetahui bagian saluran mana yang mulai tersumbat atau rusak, sehingga penanganannya bisa lebih cepat dan tepat," ujarnya.
Baca juga: Pemkot Palangka Raya diminta prioritaskan higienitas kuliner lokal
Selain itu, Tantawi meminta agar setiap pembangunan drainase baru disertai dengan perencanaan jangka panjang, termasuk memperhitungkan perkembangan permukiman dan peningkatan aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.
Politisi Partai Gerindra ini mengatakan, evaluasi yang konsisten akan membantu menekan biaya perbaikan berulang, sehingga anggaran pemerintah dapat dialihkan untuk pembangunan sektor lain yang lebih mendesak.
Untuk itu, dirinya berharap optimalisasi sistem evaluasi ini dapat menciptakan jaringan drainase yang lebih stabil, sehingga mampu memberikan perlindungan jangka panjang bagi warga dari risiko genangan maupun banjir lokal.
"Kalau drainase dikelola dengan benar, beban anggaran bisa jauh berkurang dan pembangunan kota bisa bergerak lebih efisien," demikian Tantawi.
Baca juga: DPRD Palangka Raya sebut reformasi pelayanan publik tingkatkan kepercayaan masyarakat
Baca juga: Optimalisasi drainase kunci efisiensi produksi pertanian di Kalampangan
Baca juga: DPRD Palangka Raya sebut optimalisasi pasar penyeimbang dorong perputaran ekonomi lokal