Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah berencana membangun baru jembatan di Jalan Kapten Mulyono Kecamatan Mentawa Baru Ketapang atau oleh masyarakat setempat sering disebut Jembatan Patah.
"Mudah-mudahan ke depan bisa kita perbaiki lebih baik lagi dan Insyaallah pada 2027 akan kita bangun jembatan yang baru. Mudah-mudahan kalau anggarannya memungkinkan," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Penataan Ruang Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotawaringin Timur, Mentana Dhinar Tistama di Sampit, Minggu.
Jembatan sepanjang 30 meter dan lebar 5 meter terl itu berlantai kayu ulin yang dilapisi pelat besi. Jembatan ini membentang di atas Sungai Mentawa, yakni sungai kecil yang bermuara di Sungai Mentaya.
Jembatan yang sering dilintasi angkutan berat itu cukup sering rusak karena penanganan yang dilakukan bersifat darurat. Saking seringnya rusak, akhirnya warga memberi nama jembatan itu dengan nama Jembatan Patah.
Saat ini sedang dilakukan perbaikan lantaran pelat besi lantai jembatan bergeser. Namun perbaikan ini hanya penanganan sementara agar jembatan bisa tetap fungsional dilalui dengan lancar.
Mentana memperkirakan, penanganan darurat ini hanya bertahan satu atau dua bulan. Setelah itu, jembatan diperkirakan akan kembali rusak karena penanganan yang dilakukan memang bersifat darurat.
Baca juga: Diskominfo Kotim dorong penguatan keterbukaan informasi publik
Pemerintah daerah sudah menyiapkan anggaran tahun ini untuk perbaikan lantai. Setelah diperbaiki, jembatan tersebut diharapkan mampu bertahan hingga satu tahun lebih.
"Dalam waktu dekat kita sudah siapkan dana perbaikannya sementara, termasuk besi pelat dan kayu ulinnya. Mudah-mudahan ini bisa bertahan satu tahun, sehingga tahun berikutnya mudah-mudahan bisa kita laksanakan pembangunannya yang baru," ujar Mentana.
Mentana mengatakan, Jembatan Patah merupakan jembatan tua. Bahkan hingga kini pihaknya belum menemukan dokumen data teknis sehingga pihaknya belum mengetahui seperti apa konstruksi jembatan tersebut saat dibangun dulu.
Untuk itulah tahun ini rencananya disiapkan anggaran untuk feasibility study (FS) atau studi kelayakan. Langkah ini untuk menguji sehingga diketahui seperti apa kondisi jembatan tersebut secara teknis konstruksi.
"Dari hasil FS itu nanti kita bisa menentukan jenis konstruksi apa yang akan kita bangun nantinya. Mudah-mudahan dana kita memungkinkan, sehingga diharapkan pada 2027 nanti bisa kita bangun jembatan baru di sana," demikian Mentana.
Sekretaris Dinas SDABMBKPRKP Kotawaringin Timur, Sianto menambahkan, saat ini dilakukan perbaikan rutin agar jembatan bisa tetap operasional dan bisa dilalui. Melalui FS nantinya akan terlihat hasil kajiannya terkait seperti apa konstruksinya yang tepat untuk pembangunannya nanti.
"Tahun 2026 ini kita anggarkan perbaikannya Rp400 juta untuk penggantian lantai dan pelatnya. Mudah-mudahan itu bisa berfungsi baik sampai anggaran untuk pembangunan jembatan baru sudah tersedia," demikian Sianto.
Baca juga: BMKG Kotim peringatkan risiko karhutla akibat curah hujan rendah
Baca juga: Disdik Kotim usulkan revitalisasi puluhan sekolah pada 2026
Baca juga: Dinkes Kotim ingatkan risiko diare dan ISPA saat kemarau