Sampit (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menekankan agar pemerintah daerah menjamin kestabilan harga pangan serta memastikan ketertiban umum menjelang tibanya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
“Ramadhan jangan dijadikan momentum mencari keuntungan berlebihan. Pemerintah harus tegas dan hadir di tengah masyarakat,” kata Ketua DPRD Kotim Rimbun di Sampit, Selasa.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengingatkan agar kenaikan harga bahan pokok yang sering terjadi setiap tahun segera diantisipasi sejak dini. Pemerintah tidak boleh pasif dalam menghadapi potensi lonjakan harga pasar yang meresahkan.
Prioritas utama harus diarahkan pada komoditas vital seperti beras, minyak goreng, daging dan gula. Dinas terkait diminta memperketat pengawasan di tingkat distributor guna mencegah adanya praktik penimbunan barang.
Selain pengawasan ketat, DPRD mendorong instansi terkait untuk segera menjadwalkan operasi pasar murah. Program ini diharapkan tidak hanya terfokus di perkotaan, tetapi juga menjangkau wilayah pelosok yang sulit dijangkau.
Baca juga: Bandara Haji Asan Sampit siap dilandasi pesawat Airbus A320
“Langkah ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya bagi kelompok ekonomi lemah. Dengan distribusi yang lancar, gejolak harga di pasar tradisional diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin,” ujarnya.
Sisi ketertiban juga menjadi sorotan utama legislatif. Rimbun meminta sinergitas antara pemerintah daerah dan aparat keamanan terus ditingkatkan, terutama dalam menjaga keamanan lingkungan pada jam-jam rawan selama bulan puasa.
Patroli rutin pada waktu pelaksanaan shalat tarawih hingga menjelang sahur sangat diapresiasi dan diharapkan tetap konsisten. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang tanpa khawatir akan gangguan keamanan.
Ia menekankan bahwa sinergi lintas sektoral adalah kunci agar Ramadhan tahun ini berjalan kondusif. “Pemerintah, DPRD, aparat dan masyarakat harus bersatu agar suasana tetap stabil,” demikian Rimbun.
Baca juga: Imlek, tokoh Khonghucu Sampit sebut Tahun Kuda Api momentum adaptasi dan akselerasi
Baca juga: Imlek, tokoh Khonghucu Sampit sebut Tahun Kuda Api momentum adaptasi dan akselerasi
Baca juga: DLH Kotim tingkatkan kolaborasi dukung Indonesia ASRI