Sampit (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri selama Ramadhan menyusul dua laporan kejahatan dalam beberapa hari terakhir.

“Menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bukan hanya sekadar tugas aparat kepolisian, ini tugas kita bersama,” kata Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kapolsek Ketapang AKP di Sampit, Minggu.

Anis menyampaikan pihaknya memperketat pengamanan wilayah selama bulan Ramadhan. Langkah ini diambil guna memastikan kekhusyukan ibadah warga tidak terganggu oleh potensi tindak kriminalitas.

Kendati begitu, ia menegaskan menjaga situasi kondusif wilayah merupakan tanggung jawab kolektif antara aparat dan warga. 

“Meski jajaran Polres Kotim sudah meningkatkan sesi patroli, tidak menutup kemungkinan ada aksi kejahatan,” imbuhnya.

Pihaknya kini lebih masif melakukan pemantauan di titik-titik rawan yang sering menjadi incaran oknum tidak bertanggung jawab.

Selain pengamanan pemukiman, Satlantas Polres Kotim juga menerjunkan tim khusus untuk menyisir area publik. Fokus utama petugas adalah mencegah balapan liar serta mengamankan pusat perbelanjaan dan mesin ATM yang ramai dikunjungi warga.

Baca juga: Dishub Kotim perkuat pengawasan arus mudik Lebaran lewat posko terpadu

Terkait situasi keamanan terkini, pihak kepolisian saat ini tengah mendalami dua laporan kejahatan serius yang terjadi di Kota Sampit. Penyelidikan intensif terus dilakukan untuk mengejar para pelaku yang meresahkan warga tersebut.

“Dua laporan ini sudah kami terima. Kami sedang menyelidiki kasus-kasus ini secara mendalam,” beber AKP Anis.

Kejadian pertama menimpa Marni (42) pada Jumat (20/2) dini hari, korban mengalami luka akibat serangan senjata tajam saat melakukan perlawanan terhadap perampok di rumahnya. Meski terluka serius, tidak ada barang berharga yang sempat dibawa lari pelaku.

Beberapa jam setelahnya, aksi perampokan bersenjata tajam menyasar sebuah gerai BRILink di Jalan HM Arsyad. Pelaku yang menggunakan helm merah berhasil menggasak uang tunai sebesar Rp9 juta setelah mengancam penjaga gerai sebelum melarikan diri.

Dua tindak kriminal dalam waktu berdekatan ini menunjukkan kecenderungan peningkatan aksi kejahatan cenderung meningkat selama Ramadhan, baik itu karena peningkatan kebutuhan ekonomi maupun kelengahan warga.

“Maka dari itu, mari sama-sama kita tingkatkan kewaspadaan demi keamanan dan keselamatan kita semua,” demikian AKP Anis.

Baca juga: Patroli subuh Polres Kotim selama Ramadhan untuk tingkatkan keamanan

Baca juga: Pelni siapkan dua kapal tambahan angkut pemudik di Pelabuhan Sampit

Baca juga: Rimbun nyatakan siap hadapi laporan secara profesional