Sampit (ANTARA) - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit meningkatkan pengawasan terhadap armada angkutan Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah yang beroperasi di Pelabuhan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. 

“Kami ingin memastikan seluruh armada yang beroperasi benar-benar memenuhi standar keselamatan dan siap melayani masyarakat selama periode angkutan Lebaran,” kata Kepala KSOP Kelas III Sampit, Hotman Siagian di Sampit, Senin.

Penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 melibatkan banyak pihak terkait. Untuk itu, koordinasi terus dilakukan untuk mematangkan persiapan di semua bidang. Pemeriksaan penumpang, barang dan kondisi kapal dilakukan setiap kapal akan berangkat.

KSOP Kelas III Sampit sudah menggelar rapat koordinasi yang dihadiri berbagai instansi di antaranya perwakilan Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Sampit, Polsek Kawasan Pelabuhan Mentaya, Pelindo Regional III Cabang Sampit dan Bagendang, PT Dharma Lautan Utama Cabang Sampit, serta PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Sampit, pelaku pelayaran, dan pejabat struktural KSOP.

Saat memimpin rapat tersebut, Hotman kembali menyampaikan bahwa semua persiapan yang dilakukan bertujuan untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 2026 di Pelabuhan Sampit.

Rapat koordinasi nasional persiapan angkutan Lebaran 2026 juga dilaksanakan secara virtual pada 24 Februari 2026 sebagai bagian dari sinkronisasi kebijakan dan kesiapan di seluruh wilayah Indonesia.

Berbagai tahapan persiapan telah dilakukan untuk memastikan kesiapan armada dan pelayanan penumpang. Salah satunya melalui kegiatan ramp check atau uji petik juga dilakukan terhadap kapal-kapal yang beroperasi, dimulai pada 2 Februari 2026 terhadap kapal KM Dharma Rucitra VI.

"Ramp check ini wajib dilakukan. Tujuannya untuk memastikan kelaikan kapal yang digunakan untuk angkutan Lebaran. Ini demi keamanan dan keselamatan," timpalnya.

Baca juga: Nasib PPPK Paruh Waktu Pemkab Kotim tunggu kebijakan pusat

Untuk Lebaran 2026 ini, KSOP Sampit memprediksi jumlah penumpang angkutan laut akan meningkat sekitar 5 persen dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025, jumlah penumpang tercatat sebanyak 10.551 orang yang naik dan 5.285 orang yang turun. Tahun ini, jumlah penumpang diperkirakan mencapai 11.078 orang naik dan 5.549 orang turun.

Peningkatan jumlah penumpang menjadi perhatian serius bagi pihaknya untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung. Pihaknya mengantisipasi peningkatan penumpang dengan menyiapkan armada, fasilitas, dan sistem pelayanan agar arus mudik berjalan lancar.

KSOP juga mengidentifikasi sejumlah kendala yang berpotensi muncul, seperti keterbatasan kapasitas parkir, kurangnya penerangan di area pelabuhan, antrean boarding tiket, serta kemacetan di akses masuk pelabuhan. 

Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan penataan ulang area parkir, penambahan an titik parkir alternatif, peningkatan penerangan, serta penambahan petugas pelayanan dari operator pelayaran.

Selain itu, rekayasa lalu lintas juga akan diterapkan dengan penutupan sementara sejumlah ruas jalan di sekitar pelabuhab saat kapal tiba. Tujuannya untuk mengurai kepadatan kendaraan dan menjaga kelancaran arus penumpang.

Untuk penguatan koordinasi di lapangan, KSOP Sampit juga membentuk Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026 yang melibatkan berbagai instansi i terkait dan operator pelayaran. 

"Posko ini berfungsi sebagai pusat komando untuk mengordinasikan operasional, pengawasan, serta penanganan kendala di lapangan secara cepat dan terpadu," ujar Hotman.

Baca juga: Muslih gantikan Johny Tangkere lanjutkan estafet kepemimpinan di DKUKMPP Kotim

Sementara itu, saat ini jumlah penumpang yang bertolak dari Pelabuhan Sampit menuju Semarang dan Surabaya, mulai meningkat. Peningkatan ini diprediksi akan terjadi hingga menjelang Lebaran nanti.

Berdasarkan jadwal kapal milik PT Pelni, KM Leuser akan tiba dari Semarang pada 13 Maret 2026 dan kembali berangkat ke kota tujuan pada 14 Maret 2026. Sementara KM Lawit akan tiba dari Surabaya pada 15 Maret 2026 dan kembali bertolak menuju Semarang pada 16 Maret 2026.

Selanjutnya, KM Lawit kembali dijadwalkan tiba pada 25 Maret 2026 dan berangkat pada 26 Maret 2026. KM Leuser juga akan kembali melayani rute yang sama dengan jadwal kedatangan 29 Maret 2026 dan keberangkatan 30 Maret 2026. 

Operator lainnya yaitu PT Dharma Lautan Utama juga sudah menyiapkan kapal-kapal mereka untuk mendukung angkutan Lebaran, meskipun jadwal operasionalnya masih menunggu konfirmasi.

Menurut Hotman, melalui berbagai langkah persiapan yang dilakukan, pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

“Kami berharap seluruh rangkaian angkutan laut Lebaran 2026 dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar,” demikian Hotman Siagian. 

Baca juga: Arus mudik di Pelabuhan Sampit mulai meningkat

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan dan Baznas Kotim teken PKS lindungi pekerja rentan

Baca juga: Masih ada warga Kalteng belum nikmati listrik, anggota DPR soroti pemerataan energi