Sampit (ANTARA) - Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah resmi memulai babak baru kepemimpinan dengan ditunjuknya Muslih sebagai Pelaksana Tugas (Plt) kepala dinas menggantikan Johny Tangkere yang memasuki masa pensiun.

“Serah terima jabatan pada hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari dinamika organisasi dalam rangka penyegaran, peningkatan kinerja, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif,” kata Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kotim Rafiq Riswandi di Sampit, Senin.

Hal ini ia sampaikan saat memimpin prosesi serah terima jabatan (Sertijab) yang menandai estafet kepemimpinan DKUKMPP Kotim.

Rafiq menuturkan, DKUKMPP memiliki peran krusial karena sektor koperasi dan UMKM adalah tulang punggung ekonomi masyarakat. Selain itu, sektor industri dan perdagangan menjadi mesin penggerak distribusi barang serta pengendali inflasi daerah.

Pergantian pucuk pimpinan di dinas ini merupakan bagian dari dinamika organisasi dalam rangka penyegaran, peningkatan kinerja, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan profesional.

Pemkab Kotim memberikan apresiasi tinggi kepada Johny Tangkere atas pengabdiannya selama ini. Dedikasinya dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan sektor perdagangan dan industri di Bumi Habaring Hurung.

“Pemkab Kotim berterima kasih atas segala kerja keras yang telah dilakukan Johny Tangkere selama memimpin. Semoga masa purna tugas tersebut menjadi awal yang tenang setelah bertahun-tahun mengabdi bagi daerah,” ucapnya.

Kepada Muslih selaku pejabat baru, Rafiq menekankan pentingnya integritas dan inovasi dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan. Muslih diharapkan mampu membangun kolaborasi yang solid dengan berbagai pemangku kepentingan.

Baca juga: Arus mudik di Pelabuhan Sampit mulai meningkat

Selain stabilitas bahan pokok, optimalisasi digitalisasi usaha dan perluasan akses pasar produk lokal harus menjadi prioritas. Hal ini bertujuan agar produk asli Kotim mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Saya berharap agar program-program pemberdayaan koperasi dan UMKM semakin diperkuat, pembinaan industri kecil dan menengah terus ditingkatkan, serta stabilitas perdagangan dapat terjaga dengan baik,” tandasnya.

Usai resmi menerima tongkat estafet kepemimpinan, Plt Kepala DKUKMPP Kotim Muslih bergerak cepat dengan merancang agenda internal. Ia berencana segera mengumpulkan seluruh jajaran di dinas tersebut untuk memetakan program kerja.

Muslih juga akan tetap meminta masukan dari Johny Tangkere selaku pejabat terdahulu guna memahami dinamika organisasi. Langkah ini diambil untuk memastikan transisi kepemimpinan berjalan mulus tanpa hambatan teknis.

“Kami ingin tahu dan meminta masukan berkaitan dengan permasalahan dan program-program apa yang sedang berjalan. Saya mencoba menggali informasi dulu, setelah itu minggu depan saya mulai jalan,” ujar Muslih.

Meskipun masih mengemban tugas sebagai Staf Ahli Bupati, Muslih menyatakan akan memberikan perhatian ekstra pada posisi barunya. Menurutnya, urusan teknis di lapangan pada DKUKMPP memerlukan penanganan yang lebih mendesak.

Salah satu poin utama yang menjadi sorotan Muslih adalah penyelesaian sengketa Pasar Mangkikit. Ia mengakui telah berdiskusi singkat dengan Johny Tangkere mengenai progres pasar tersebut yang kini menunjukkan perkembangan positif.

Muslih berkomitmen untuk terus mengawal isu tersebut hingga tuntas dalam satu atau dua bulan ke depan. Disamping itu, ia berharap dapat menjalin hubungan harmonis dengan awak media sebagaimana yang dilakukan pendahulunya.

“Termasuk juga dari media nanti saya minta masukan apa yang harus kita selesaikan, khususnya kaitan dengan permasalahan yang muncul seperti Pasar Mangkikit,” pungkasnya.

Baca juga: Legislator Kotim usulkan perubahan batas waktu penyesuaian belanja pegawai

Sementara itu, Johny Tangkere yang telah mengabdi selama satu tahun di dinas tersebut menitipkan sejumlah agenda besar. Salah satunya adalah keberlanjutan 185 Koperasi Merah Putih yang telah terbentuk di tingkat desa dan kelurahan.

Memasuki tahun 2026, tantangan baru muncul dengan adanya perintah pengangkatan PPPK untuk setiap koperasi. Lalu ada pula, Rapat Anggota Tahunan (RAT) dari Koperasi Merah Putih yang baru mencapai 13 persen menjadi pekerjaan rumah bagi pejabat baru.

“Banyak hal yang belum bisa saya lakukan, terkait Koperasi Merah Putih sekarang masuk babak baru di 2026. Ini menjadi tantangan yang akan dilanjutkan oleh pejabat selanjutnya,” ungkap Johny.

Di sektor industri, Johny telah memulai terobosan melalui implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. 

Kemudian, di sektor perdagangan, ia berhasil menata kembali inventarisir Pasar Pelangsian dan memulai retribusi di Pasar Eks Mentaya.

Terobosan paling signifikan adalah penandatanganan Perbup Pasar Bahayak oleh Bupati Kotim yang akan dikelola oleh BUMD. Langkah ini diambil karena anggaran dinas yang terbatas tidak akan mampu menangani seluruh pasar secara mandiri.

“Melibatkan Perusda diharapkan membuat pasar lebih tertata baik, karena biayanya cukup besar sedangkan anggaran dinas kecil,” tambah Johny.

Pengesahan Perbup Pasar Bahayak ini juga menjadi pertanda awal baru bagi Johny Tangkere yang kabarnya diminta oleh Bupati Kotim untuk mengurus BUMD mengenai Pasar Bahayak tersebut.

“Kegiatan setelah pensiun, saya belum ada target khusus, tapi Bupati memang ada meminta dukungan untuk BUMD, tapi itu akan dibahas lebih lanjut,” demikian Johny Tangkere.

Baca juga: Usulan perbaikan jalan dominasi hasil reses Dapil II DPRD Kotim

Baca juga: Masih ada warga Kalteng belum nikmati listrik, anggota DPR soroti pemerataan energi

Baca juga: Bandara Haji Asan Sampit siagakan lima area parkir jelang Lebaran