Palangka Raya (ANTARA) - Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Kalimantan Tengah, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Muhammad Nur, S.Sos., memilih melanjutkan pendidikan Program Pascasarjana, Magister Administrasi Publik di UMPR sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik dan kepemimpinan.
Rektor UMPR, Assoc. Prof. Dr. Muhamad Yusuf, S.Sos., M.A.P di Palangka Raya, Sabtu menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada UMPR sebagai tempat menempuh pendidikan.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kepercayaan Bapak Kabinda Kalimantan Tengah yang memilih Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) sebagai tempat melanjutkan studi. Ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan akademik,” kata Rektor UMPR.
Yusuf mengatakan, dengan itu, Universitas Muhammadiyah Palangka Raya kembali mendapat kepercayaan dari berbagai kalangan profesional, termasuk dari unsur pimpinan lembaga negara.
Menurutnya, keputusan seorang pejabat dengan tanggung jawab besar di tingkat daerah untuk tetap menempuh pendidikan menunjukkan bahwa proses belajar tidak mengenal batas jabatan maupun usia.
“Di tengah kesibukan dan tanggung jawab yang besar sebagai pimpinan lembaga strategis di daerah, beliau tetap memiliki semangat untuk menimba ilmu. Ini menjadi teladan bagi sivitas akademika dan masyarakat bahwa belajar adalah proses sepanjang hayat,” tambahnya.
Sementara itu, Kabinda Kalimantan Tengah menyampaikan bahwa keputusannya melanjutkan studi di UMPR dilandasi keinginan untuk terus meningkatkan wawasan serta memperkuat kapasitas diri melalui pendidikan formal.
“Saya memandang pendidikan sebagai kebutuhan penting untuk terus mengembangkan diri. UMPR memiliki komitmen kuat dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman, sehingga saya merasa tepat memilih kampus ini untuk melanjutkan studi,” ungkapnya.
Ia juga berharap langkah tersebut dapat menjadi motivasi bagi generasi muda maupun para profesional agar tidak berhenti belajar.
“Jabatan dan tanggung jawab bukan alasan untuk berhenti menuntut ilmu. Justru dengan terus belajar, kita dapat memberikan kontribusi yang lebih baik bagi masyarakat, daerah, dan bangsa,” tutupnya.