Tamiang Layang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK), kembali menggelar kegiatan pengembangan literasi berbasis inklusi sosial, sebagai upaya meningkatkan minat baca serta kunjungan anak usia dini ke perpustakaan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPK Barito Timur, Ari Panan P Lelo di Tamiang Layang, Rabu, mengatakan pihaknya rutin melaksanakan pengembangan literasi melalui berbagai kegiatan edukatif, seperti kursus bahasa Inggris dan kursus komputer gratis bagi masyarakat, khususnya anak-anak.
"Kegiatan ini kami dorong untuk menumbuhkan minat baca sejak usia dini, sekaligus meningkatkan kunjungan ke perpustakaan. Ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan skor Tingkat Gemar Membaca (TGM) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM)," ujarnya.
Menurut dia, terdapat tujuh variabel penilaian serta tiga dimensi utama yang harus dipenuhi dalam peningkatan literasi masyarakat. Oleh karena itu, berbagai inovasi layanan terus dilakukan, termasuk menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Ari Panan menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Dalam program tersebut, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga pusat kegiatan masyarakat yang mendorong peningkatan keterampilan dan kesejahteraan.
"Perpustakaan desa juga kami dorong untuk aktif menghadirkan layanan kepada masyarakat, melibatkan berbagai unsur, termasuk pendidikan usia dini dan pelatihan keterampilan. Tujuannya tentu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Ia menambahkan, langkah ini sejalan dengan dukungan terhadap program prioritas Bupati Barito Timur, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat berbasis literasi.
"Jad, melalui momentum Hari Kartini, DPK Barito Timur berharap semangat literasi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, terutama bagi generasi muda sebagai penerus bangsa," demikian Ari Panan.
(*Kontributor lepas
Baca juga: OPD Bartim diminta kirim ASN ikuti pelatihan Komcad 2026
Baca juga: Pemkab Bartim wajibkan ASN kenakan Batik Kalteng peringati Hari Kartini 2026
Baca juga: Soroti kelangkaan solar, Pemkab Bartim pantau ketersediaan BBM
Baca juga: Hari Kesadaran Nasional perkuat transformasi kerja ASN di Bartim