Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, memberikan bimbingan teknis dan helpdesk tentang tata cara bertransaksi bagi penyedia usaha lokal melalui toko daring Mbizmarket.

"Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen hasil kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur bersama PT Brilliant Ecommerce Berjaya (Mbizmarket) pada bulan November 2025 lalu," kata Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Rifarna Montazriani di Sampit, Sabtu.

Kegiatan itu mereka gelar pada Selasa (21/4) lalu di Aula Anggrek Tewu Gedung A Lt 2 Sekretariat Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur. Bimbingan teknis dan helpdesk tersebut diikuti oleh penyedia usaha lokal dari berbagai bidang usaha. 

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan fitur platform, proses pendaftaran dan verifikasi penyedia, pengunggahan katalog produk, tata cara menerima pesanan, hingga mekanisme 
transaksi dan penyelesaian pembayaran. 

Selain itu, peserta juga mendapatkan  pendampingan langsung melalui layanan helpdesk untuk memastikan penyedia mampu melakukan praktik transaksi secara mandiri.

Baca juga: Kajari Kotim ingatkan kades pentingnya memahami aturan penggunaan DD

Menurut Rifarna kegiatan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem pengadaan berbasis digital sekaligus meningkatkan peran pelaku usaha lokal.

“Melalui kegiatan bimtek dan helpdesk ini, kami bertujuan meningkatkan kapasitas penyedia usaha lokal agar mampu bertransaksi secara optimal melalui toko daring Mbizmarket. Dengan 
demikian, pelaku usaha daerah dapat lebih mudah mengakses peluang pengadaan pemerintah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujarnya.

Pemerintah daerah berharap penyedia usaha lokal dapat memahami alur transaksi secara menyeluruh serta memanfaatkan platform toko daring sebagai sarana pemasaran produk kepada perangkat daerah, sehingga proses pengadaan barang/jasa menjadi lebih cepat, efisien dan akuntabel.

Target yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah meningkatnya jumlah penyedia lokal yang aktif pada toko daring, bertambahnya katalog produk lokal yang tersedia, serta meningkatnya realisasi transaksi belanja pemerintah kepada 
pelaku usaha daerah.

“Kami menargetkan semakin banyak penyedia lokal yang terdaftar dan aktif bertransaksi, sehingga belanja pemerintah dapat lebih banyak diserap oleh pelaku usaha lokal. Hal ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pengadaan yang inklusif, transparan serta memberikan dampak langsung terhadap penguatan ekonomi lokal,” demikian Rifarna.

Baca juga: Respons cepat warga dan petugas selamatkan Lutung terluka di Sampit

Baca juga: SD Alam Bumi Khatulistiwa diharap kembalikan kejayaan emas hijau di Kotim

Baca juga: Stok BBM aman, Bupati Kotim minta warga tak panik