Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) memperkuat pengelolaan lingkungan dan meningkatkan pengendalian perubahan iklim hingga tingkat kelurahan, melalui 29 lokasi Program Kampung Iklim (Proklim).

"Hingga tahun 2025, tercatat 29 lokasi Proklim telah terbentuk di Palangka Raya," kata Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, Untung Sutrisno di Palangka Raya, Senin.

Dia menerangkan, dari jumlah tersebut, ada empat lokasi masuk kategori Proklim Utama, 23 lokasi Proklim Madya, serta dua lokasi Proklim Pratama. Capaian ini menunjukkan adanya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung upaya pengendalian perubahan iklim.

“Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran serta masyarakat yang terus berkomitmen menjaga lingkungan di wilayah masing-masing,” kata Untung.

Selain itu, Pemerintah Kota Palangka Raya juga telah dua kali meraih penghargaan sebagai pembina Proklim pada tahun 2022 dan 2024. Penghargaan tersebut menjadi indikator keberhasilan dalam pembinaan dan pengembangan Proklim di daerah.

Meski demikian, Untung menegaskan bahwa upaya peningkatan tetap perlu dilakukan, baik dari segi jumlah lokasi maupun kualitas pelaksanaan Proklim di lapangan.

“Kita tidak hanya menambah lokasi, tetapi juga mendorong peningkatan kategori Proklim, agar lebih berkembang dan berkelanjutan,” katanya.

Melalui langkah tersebut, diharapkan Program Kampung Iklim di Kota Palangka Raya dapat terus berkembang serta memberikan dampak nyata terhadap kualitas lingkungan hidup.

Sebelumnya Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini mengatakan, Program Kampung Iklim merupakan gerakan untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim serta mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK).

Proklim merupakan program nasional yang mendorong warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan melalui berbagai tindakan nyata, seperti menanam pohon, mengelola sampah dengan benar, menjaga kebersihan lingkungan, hingga menghemat energi.

"Perubahan iklim adalah persoalan bersama yang harus dihadapi secara gotong royong," katanya.

Baca juga: Taman Nasional Sebangau edukasi anak lewat buku cerita lingkungan
 

Ia juga menekankan bahwa Program Kampung Iklim bukan sekadar acara seremonial, melainkan harus menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.

Pemerintah Kota Palangka Raya juga ingin masyarakatnya aktif, peduli, dan terus berupaya menjaga lingkungan. Pemerintah juga siap mendukung, namun menurut Zaini, program akan berjalan maksimal jika ada niat dan komitmen dari warga sendiri.

"Saya yakni kita semua bisa menjadi penggerak utama dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Kolaborasi berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta dan masyarakat akan memperkuat aksi-aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim," katanya.

Baca juga: Wali Kota Palangka Raya lepas keberangkatan 192 jamaah calon haji

Baca juga: Ketua DPRD Palangka Raya tekankan peningkatan layanan haji bagi 296 jemaah

Baca juga: PDU Palangka Raya ubah limbah plastik jadi paving block