Kuala Kurun (ANTARA) - Sebanyak 10 unit rumah toko (ruko) dan satu unit rumah terbakar di Jalan Nyai Balau, Kelurahan Tewah, Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Jumat dini hari.
Kapolres Gumas AKBP Heru Eko Wibowo melalui Pelaksana Harian Kapolsek Tewah Ipda Muchlis Aryanto, saat dihubungi dari Kuala Kurun, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp1,5 miliar.
"Kebakaran terjadi sekitar pukul 01.30 WIB di wilayah RT 00. Berdasarkan keterangan saksi mata, api diduga berasal dari korsleting listrik pada arus jalur Pasar Tewah,” ungkapnya.
Ketua RT 09 mengungkapkan, masyarakat sekitar sempat mendengar suara ledakan dari arah tiang listrik tepat di depan ruko, sebelum asap tebal dan kobaran api mulai merambat ke bangunan yang mayoritas berbahan kayu.
Mendapat informasi kejadian tersebut, personel Polsek Tewah langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan membantu pemadaman.
Baca juga: Polres pastikan ibadah Kenaikan Yesus Kristus di Gumas berlangsung aman
Satu unit mobil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gumas, satu unit mobil identifikasi Polres Gumas, serta dua unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Kelurahan Tewah dikerahkan untuk menjinakkan api.
Di lokasi kejadian, personel kepolisian, TNI, BPBD, dan Damkar bersama masyarakat saling bahu-membahu menyiramkan air dan menyelamatkan barang-barang berharga milik para pemilik bangunan.
Struktur bangunan yang didominasi material kayu menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. Namun berkat kerja keras seluruh pihak, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.15 WIB.
Pascakebakaran, polisi memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Petugas juga melakukan pendataan saksi-saksi serta olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Unit Identifikasi Polres Gumas, guna memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.
"Musibah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk rutin mengecek instalasi listrik guna mencegah arus pendek. Kami akan terus mendampingi masyarakat dalam masa pemulihan pascakebakaran ini," demikian Ipda Muchlis.
Baca juga: Pemkab Gumas gencar sosialisasikan batas harga Pertamax kepada pengecer di Kurun
Baca juga: Pemkab Gumas tetapkan batas harga Pertamax bagi pengecer wilayah Kurun
Baca juga: Pemkab Gumas gelar GPM di tiga lokasi jaga daya beli masyarakat