Kuala Kurun (ANTARA) - Ketua Komisi II DPRD Gunung Mas, Kalimantan Tengah Herbert Y Asin menyebut Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dapat menjadi solusi pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) ke desa-desa yang belum terjangkau SPBU maupun Pertashop.
“Informasi tersebut kami peroleh saat Komisi II DPRD Gumas melakukan koordinasi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalteng,” ungkapnya saat memberi keterangan kepada awak media di Kuala Kurun, Jumat.
Dia menyebut, mekanisme tersebut telah diatur dalam regulasi yang berlaku. Pemerintah desa cukup mendata kebutuhan BBM masyarakat, kemudian mengajukan permohonan kepada bupati untuk selanjutnya dianalisis.
Setelah dianalisis, sambung politisi Partai Golkar itu, bupati akan mengeluarkan persetujuan yang memuat jenis BBM, jumlah, serta jadwal pengambilan untuk desa yang bersangkutan.
Ia menjelaskan, BUMDes yang menyalurkan BBM hanya diperbolehkan menambahkan biaya transportasi dengan keuntungan maksimal 10 persen. Jadi BUMDes juga tidak bisa menjual dengan harga mahal di luar kewajaran.
“Atau solusi kedua, bupati atau kepala daerah bisa menetapkan jenis dan jumlah BBM yang dimaksud tadi, sekaligus beserta harga eceran tertingginya,” bebernya.
Baca juga: Tidak libur, Disdukcapil Gumas tuntaskan puluhan dokumen kependudukan dalam dua hari
Selain BUMDes, Koperasi Merah Putih diperkirakan juga dapat menjalankan skema serupa. Skema tersebut sepenuhnya legal selama seluruh prosedur dijalankan sesuai ketentuan.
Lebih lanjut, saat ini terdapat tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan belasan Pertashop di kabupaten bermoto ‘Habangkalan Penyang Karuhei Tatau’, yang mendapat pasokan BBM dari Pertamina.
Oleh sebab itu, ia mendorong pemerintah desa agar memanfaatkan memanfaatkan keberadaan BUMDes, untuk memudahkan pendistribusian BBM kepada warga desa masing-masing.
“Dengan memanfaatkan BUMDes untuk mendistribusikan BBM, warga dapat membeli dengan harga sewajarnya sesuai daerah masing-masing. Keuntungannya juga akan menjadi pendapatan asli desa, yang artinya akan kembali dinikmati oleh warga desa,” demikian Herbert.
Baca juga: Kebakaran di Tewah hanguskan 11 bangunan, kerugian capai Rp1,5 miliar
Baca juga: Polres pastikan ibadah Kenaikan Yesus Kristus di Gumas berlangsung aman
Baca juga: Pemkab Gumas gencar sosialisasikan batas harga Pertamax kepada pengecer di Kurun