Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mengerahkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membersihkan drainase untuk mengatasi banjir di sejumlah titik dalam Kota Sampit, khususnya Kecamatan Baamang.
“Hari ini saya memimpin langsung kegiatan gotong royong yang hanya beberapa OPD saya tunjuk karena memang OPD terkait, seperti PU, DLH, BPBD, Disdamkarmat dan Satpol PP, mengingat intensitas hujan cukup tinggi dan beberapa hari ini banjir cukup besar terjadi di wilayah perkotaan,” kata Wakil Bupati Kotim Irawati di Sampit, Selasa.
Kegiatan gotong royong melibatkan sejumlah OPD terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta Satpol PP untuk mempercepat penanganan banjir yang terjadi di sejumlah titik dalam kota.
Ia menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan menyusul banjir yang telah merendam sebagian wilayah Kecamatan Baamang selama tiga hari terakhir. Banjir yang terjadi tidak hanya merendam pemukiman warga, tetapi juga berdampak terhadap fasilitas umum dan pelayanan dasar masyarakat.
Sejumlah sekolah dan puskesmas dilaporkan terdampak genangan, sementara akses masyarakat di beberapa kawasan juga terganggu akibat meluapnya air.
Pemkab Kotim telah menurunkan empat unit alat berat untuk membersihkan saluran drainase dan memperlancar aliran air.
Namun, proses penanganan di lapangan tidak sepenuhnya berjalan mudah karena terdapat sejumlah drainase yang sulit dijangkau alat berat akibat kondisi pemukiman warga yang berada terlalu dekat dengan bantaran sungai.
“Ada beberapa lokasi yang tidak bisa dikerjakan menggunakan alat berat karena kondisi rumah warga menjorok ke sungai sehingga alat tidak bisa masuk,”ungkapnya
Selain itu ada juga drainase yang buntu, dan saat ingin membongkar drainase untuk dibersihkan sempat ada masyarakat yang keberatan bahkan meminta ganti rugi apabila terjadi kerusakan.
Baca juga: Legislator Kotim usul pemeriksa STNK dan tangki kendaraan saat isi BBM subsidi
Meski begitu, pendekatan persuasif yang dilakukan pemerintah daerah mulai membuahkan hasil. Irawati mengaku dirinya turun langsung menemui masyarakat untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.
“Dalam upaya ini kami juga meminta dukungan masyarakat karena ini demi kepentingan bersama, kepentingan orang banyak. Contoh, pembongkaran drainase dilakukan agar banjir dapat segera tertangani,” demikian Irawati.
Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam menerangkan, kerja bakti itu merupakan upaya lanjutan pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan banjir yang hingga kini masih merendam sejumlah kawasan permukiman warga di Baamang.
“Kami melanjutkan kerja bakti di Jalan Christopel Mihing dekat Panti Asuhan Bahagia. Yang terlibat mulai dari BPBD, RT, kelurahan, Damkar hingga Satpol PP,” ujarnya.
Kegiatan kerja bakti difokuskan pada kawasan yang mengalami genangan cukup parah, di antaranya Jalan Walter Condrat dan Jalan Christopel Mihing.
Pembersihan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai instansi pemerintah hingga unsur masyarakat di tingkat RT agar aliran air yang tersumbat dapat kembali normal.
“Sebelum pelaksanaan pembersihan drainase, kami bersama Wakil Bupati Kotim terlebih dahulu melakukan peninjauan ke beberapa titik rawan banjir untuk melihat langsung kondisi saluran air yang mengalami penyumbatan dan pendangkalan,” bebernya.
Pengecekan dilakukan mulai dari kawasan Jalan Suprapto Selatan, Walter Condrat, Christophel Mihing hingga kawasan Desmon Ali. Dari hasil pemantauan tersebut, ditemukan sejumlah drainase dipenuhi lumpur, sampah serta sedimentasi yang menyebabkan aliran air tidak berjalan optimal.
Selain pembersihan secara manual, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DSDABMBKPRKP) Kotim juga menurunkan alat berat untuk membantu pengerukan drainase agar proses penanganan genangan dapat berlangsung lebih cepat.
“DSDABMBKPRKP juga menurunkan alat berat untuk mendukung percepatan pembersihan drainase di Walter Condrat, Sei Mentawa dan Jalan Dewi Sartika,” jelas Multazam.
Baca juga: Pemkab Kotim susun strategi bantu UMKM untuk bertahan
Ia melanjutkan, lambatnya genangan air surut dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari kondisi drainase yang dangkal, tumpukan sampah dan lumpur, hingga ukuran saluran air yang tidak seragam di setiap kawasan.
Menurutnya, kondisi drainase yang sempit di sejumlah titik juga menyulitkan alat berat untuk masuk melakukan pengerukan sehingga proses normalisasi harus dilakukan secara bertahap dan melibatkan tenaga manual.
“Lebar drainase ada yang besar dan ada yang sempit. Itu menjadi kendala karena tidak semua alat berat bisa masuk,” tambahnya.
Untuk mempercepat penanganan banjir, BPBD Kotim saat ini juga mengupayakan bantuan mobil pompa air dari Balai Wilayah Sungai Kalimantan II guna membantu penyedotan air di lokasi yang masih tergenang cukup tinggi.
“Mudahan malam ini mobilnya datang supaya bisa langsung digunakan menyedot air dari drainase agar genangan lebih cepat surut,” pungkasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Baamang Yudi Aprianur menyebut, pendangkalan drainase di sejumlah wilayah terjadi akibat banyaknya material yang menumpuk di saluran air, termasuk sisa material pembangunan jembatan maupun bangunan warga.
Disebutkan pula, terdapat beberapa drainase yang tertutup kayu, pasir hingga material semen sehingga aliran air tidak dapat mengalir dengan lancar dan menyebabkan genangan bertahan lebih lama saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Memang ada sebagian yang dangkal, ada juga yang membangun jembatan semen di atas drainase, tetapi sisa material di bawahnya tidak dibersihkan seperti kayu dan pasir. Setelah dibersihkan aliran air kembali lancar,” ucapnya.
Pemerintah daerah berharap pembersihan drainase yang dilakukan secara terpadu tersebut mampu mempercepat surutnya genangan di Kecamatan Baamang. Apabila cuaca kembali cerah dan tidak terjadi hujan dengan intensitas tinggi, debit air di sejumlah kawasan diperkirakan akan segera berangsur turun.
“Kalau cuaca mendukung dan tidak turun hujan lagi, kami optimistis genangan di wilayah Baamang bisa segera surut secara bertahap,” demikian Yudi Aprianur.
Baca juga: Komisi I DPRD Kotim dorong pembentukan tim terpadu berantas rokok ilegal
Baca juga: DPRD Kotim cek langsung antrean di SPBU Samuda
Baca juga: Kompetensi kader Posyandu di Kotim diperkuat untuk terapkan 6 SPM