Logo Header Antaranews Kalteng

Mahasiswa Unpar Tengelam Di Sungai Barito

Jumat, 7 Februari 2014 10:02 WIB
Image Print
Ilustrasi, Korban Tenggelam (www.antaranews.com) Istimewa
Korban ditemukan telah meninggal dunia di Sungai Barito setelah empat jam tenggelam,"

Muara Teweh (Antara Kalteng) - Seorang mahasiswa Universitas Palangka Raya (Unpar) Kalimantan Tengah (Kalteng) bernama Wibowo (20) tenggelam di pedalaman Sungai Barito, wilayah Kabupaten Barito Utara, dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

"Korban ditemukan telah meninggal dunia di Sungai Barito setelah empat jam tenggelam," kata seorang warga Muara Teweh, Dadang, Jumat.

Korban seorang mahasiswa Unpar semester III warga Jalan Sengaji Hilir Gang Kuala Lumpur Muara Teweh itu tenggelam di Sungai Barito yang surut pada Kamis (6/2) sore sekitar pukul 17.00 Wib dan berhasil ditemukan pada pukul 21.00 Wib di kawasan Jalan Panglima Batur Muara Teweh.

Peristiwa tenggelamnya korban yang juga seorang atlet berbakat bulu tangkis di Barito Utara itu berawal saat korban yang tidak bisa berenang itu mandi bersama adik dan kawan-kawannya di Sungai Barito yang dangkal di kawasan Muara Sungai Butong (anak Sungai Barito).

Tidak beberapa lama kemudian korban seorang anak dari Sudarsono PNS pada Dinas Perhubungan Barito Utara itu memisahkan diri dari teman-temannya.

"Tanpa diketahui penyebabnya tiba-tiba korban terbawa arus, namun karena asiknya mereka mandi, sehingga tidak menghiraukan korban berteriak minta tolong," kata seorang warga lainnya, Agus.

Kemudian teman-temannya berlarian berupaya menolong, tetapi korban sudah terseret arus bawah yang deras dan hilang ditelan Sungai Barito.

Upaya pencarian dilakukan hingga malam hari oleh jajaran anggota polisi dan TNI-AD setempat serta warga setempat dan korban berhasil ditemukan tidak jauh dari tempat kejadian musibah.

"Surutnya Sungai Barito memudahkan pencarian terhadap korban dan jasad korban langsung dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Muara Teweh untuk divisum," katanya.

(T.K009/B/E001/E001)



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026