
Pemilu- Caleg Perempuan Perjuangkan Palangka Raya Bebas TKW

... Saya tidak ingin itu terjadi pada kaum perempuan, khususnya di Palangka Raya,"
Palangka Raya (Antara Kalteng) - Calon legislatif Kota Palangka Raya Ina Muthmainnah berkomitmen dan konsisten memperjuangkan daerah kelahirannya agar bebas dan tidak menjadi penyumbang tenaga kerja wanita ke luar negeri.
Langkah awal perjuang tersebut dengan mendorong peningkatan pendidikan maupun skil kaum perempuan sekaligus mengawasi apa saja yang telah dilakukan eksekutif, kata caleg kaum perempuan dari Partai Demokrat itu di Palangka Raya, Sabtu.
"Selain mendorong pemerintah membuka lapangan pekerjaan, bahkan memperjuangkan agar dibuat kebijakan khusus yang memprioritaskan kaum perempuan mendapat pekerjaan. TKW itukan karena tidak adanya pekerjaan yang layak atau menerima perempuan," tambah Ina.
Pengusaha di bidang jasa kontruksi itu memberi perhatian khusus terhadap isu TKW karena hampir semua perempuan di tanah kelahirannya lebih memilih bekerja di luar negeri sekalipun harus menjadi pembantu rumah tangga dibandingkan ke Kalimantan.
Bendahara Partai Demokrat Palangka Raya itu mengatakan, beberapa alasan menjadi penyebab adanya keinginan sebagai TKW karena minimnya pendidikan dan kurangnya lapangan pekerjaan yang hanya mengandalkan izasah maupun skill.
"Seperti diketahui banyak pemberitaan tentang penyiksaan, pemerkosaan bahkan pembunuhan terhadap TKW asal Indonesia di luar negeri. Saya tidak ingin itu terjadi pada kaum perempuan, khususnya di Palangka Raya," kata Ina.
Bendahara Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Palangka Raya itu juga menyatakan akan memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya di bidang percepatan pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan peningkatan ekonomi.
Meski begitu, dia mengaku jika terpilih menjadi Anggota DPRD semua aspirasi masyarakat khususnya dari daerah pemilihan II tidak akan mampu diwujudkan karena pelaksana sepenuhnya berada di eksekutif termasuk kemampunan anggaran pemerintah.
"Tapi yang penting bagaimana kita memperjuangkannya sepenuh hati dan menyampaikan kepada masyarakat kendala yang dihadapi apabila aspirasinya belum terpenuhi. Semua masalahkan bisa dikomunikasikan dan saya yakin masyarakat pasti paham," kata Ina.
Dia berharap masyarakat cerdas dan tidak berharap diberikan uang baru memilih calonnya. Sebab, politik uang sangat tidak mendidik serta mengurangi ketulusan wakil rakyat dalam bekerja maupun berkarya setelah duduk di parlemen nanti.
"Para Wakil Rakyat diharapkan tidak hanya menggunakan dan menikmati fasilitas Negara tapi tidak memperjuangkan aspirasi masyarakat. Saya tidak ingin seperti itu jika terpilih nanti," demikian perempuan kelahiran Jakarta 29 Januari 1971.
(T.KR-JWM/B/S019/S019)
Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
