Harga Bahan Bangunan Di Sampit Melambung

id Harga Bahan Bangunan Di Sampit Melambung

Harga Bahan Bangunan Di Sampit Melambung

Ilustrasi (Istimewa)

Sampit (Antara Kalteng) - Kenaikan harga bahan bakar minyak berimbas pada melambungnya harga bahan bangunan di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

"Hampir semua harga bahan bangunan langsung naik setelah pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak. Biasanya memang otomatis karena ongkos angkut naik, makanya harga jual barang juga jadi naik," kata Iwan, salah seorang pemilik toko bahan bangunan di Sampit, Jumat.

Kenaikan harga BBM berdampak besar terhadap harga bahan bangunan karena hampir semua didatangkan dari pulau Jawa melalui kapal laut. Pedagang kecil terpaksa menyesuaikan harga agar tetap mendapatkan untung.

Harga semen Gresik yang sebelumnya dijual Rp54.000 hingga Rp55.000 per sak, kini naik menjadi Rp60.000 per sak. Parahnya, kini pedagang dijatah oleh agen maksimal membeli 400 sak dengan alasan pasokan dari Jawa berkurang dari biasanya sehingga stok juga menipis.

Harga besi juga mengalami kenaikan rata-rata Rp2.000 per batang dan pedagang umumnya masih menjual stok lama. Kenaikan cukup tinggi terjadi pada seng yakni dari Rp37.000 menjadi Rp43.000 per lembar.

Material yang bisa didapat lokal yaitu pasir juga naik dari Rp300.000 menjadi Rp360.000 per rit, tanah naik dari Rp150.000 menjadi Rp180.000 hingga Rp190.000 per rit. Sementara itu, harga bata merah juga naik dari Rp550 per buah mejadi Rp600 hingga Rp625 per buah.

"Memang ada pengaruhnya terhadap penjualan karena terjadi sedikit penurunan. Ada yang beralasan karena kenaikan harga sehingga menyetop pembangunan, namun ada pula yang disebabkan karena saat ini akhir tahun dan tutup buku makanya masa pembelian material sudah lewat," kata Iwan.

Selain bahan bangunan, hampir semua kebutuhan mengalami kenaikan harga, terlebih yang masih dipasok dari luar daerah. Masyarakat hanya bisa pasrah menghadapi kondisi ini karena tidak ada pilihan.


(T.KR-NJI/B/E008/E008)


Pewarta :
Editor : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.