
Perawat Diminta Tingkatkan Kompetensi

Kuala Pembuang (Antara Kalteng) - Tenaga kesehatan yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah diminta meningkatkan kompetensi agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
"Seiring dengan meningkatnya kesadaran dan perekonomian masyarakat, maka tantangan dan tuntutan akan pelayanan kesehatan yang berkualitas juga terus meningkat," kata Bupati Seruyan Sudarsono saat membuka Musyawarah PPNI tingkat kabupaten di Kuala Pembuang, Rabu.
Ia menjelaskan, perawat di kabupaten yang dijuluki "Bumi Gawi Hatantiring" itu yang berjumlah lebih dari 300 orang menempati urutan pertama sebagai pemberi pelayanan kesehatan, baik itu di rumah sakit, puskesmas, Dinas Kesehatan maupun lembaga pendidikan.
"Karena itulah peningkatan kompetensi bagi perawat adalah satu hal yang mutlak dilakukan, karena ia memegang peranan yang penting dalam pelayanan kesehatan, khususnya di Seruyan," katanya.
Ia menambahkan, meskipun perawat tergolong sebagai profesi yang mulia, namun tugas perawat juga memiliki resiko yang cukup tinggi, bahkan tidak jarang perawat mendapatkan perlakukan yang kurang menyenangkan dari keluarga atau pasien yang mereka layani.
"Profesi perawat merupakan profesi yang sangat mulai, namun saat bekerja diperlukan kesabaran, ketelatenan, rasa empati yang tinggi, serta kompetensi yang memadai, dan tidak semua orang memiliki hal itu," katanya.
Menurutnya, pemerintah menyadari, profesi keperawatan dewasa ini dihadapkan pada banyaknya tantangan, baik eksternal seperti perkembangan global, kemajuan teknologi hingga peningkatan ilmu pengetahuan, maupun internal profesi itu sendiri.
"Saya menginginkan tenaga perawat mampu menjawab tantangan itu, karena patut disadari, seiring berjalannya waktu dan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan, perawat turut dituntut meningkatkan skill dan memiliki pengetahuan," katanya.
(T.KR-JWM/B/S019/S019)
Pewarta : Fahrian Adriannoor
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
