Logo Header Antaranews Kalteng

Integrasi Sapi-Sawit Solusi Swasembada Daging Di Kotim

Jumat, 14 Agustus 2015 15:25 WIB
Image Print
Ilustrasi - Stok Daging Meugang Sejumlah warga memilih daging yang dijual pedagang di kawasan Pajak Inpres Lhokseumawe, Provinsi Aceh.(FOTO ANTARA/Rahmad)

Sampit (Antara Kalteng) - Program integrasi sapi di perkebunan kelapa sawit bisa menjadi solusi bagi Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah mewujudkan swasembada daging untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Program ini mulai berjalan. Sudah ada 10 paket bantuan untuk kelompok rakyat yang dibantu perusahaan. Kalau ini jalan, swasembada daging akan tercapai," kata Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kotim, I Made Dikantara di Sampit, Jumat.

Bantuan 10 paket terdiri dari 25 ekor sapi per paket dengan jumlah keseluruhan 250 ekor sapi itu, sebelumnya sudah diinformasikan Made. Bantuan ini merupakan bagian dari 1.500 ekor sapi jenis Brahman Croos yang akan diberikan pemerintah pusat untuk peternak di 14 kabupaten/kota di Kalteng.

Khusus untuk Kotim, 10 paket bantuan sapi tersebut rencananya akan diberikan kepada 10 kelompok plasma perkebunan besar swasta. Kelompok peternak tersebut memang sudah mengusulkan bantuan sapi untuk mereka kembangkan.

"Sambutan perusahaan perkebunan cukup positif. Kami mengajak perusahaan juga membantu menjalankan program ini. Makanan sapinya limbah sawit. Program ini tidak hanya membantu rakyat, tetapi juga mengeliminir masalah sosial seperti pencurian dan lainnya karena masyarakat mendapat penghasilan bagus. Kita contoh Bengkulu, mereka hebat. Plasma sapi lebih besar daripada intinya," jelas Made.

Sebagai daerah dengan perusahaan perkebunan terbanyak dan terluas di Kalteng, Kotim memiliki peluang sangat besar mengembangkan integrasi sapi-sawit. Sekitar 650.000 hektare lahan milik lebih dari 50 perusahaan perkebunan kelapa sawit, menjadi modal utama untuk menjalankan program ini.

Berdasarkan data yang disampaikan Bappeda Kotim, kebutuhan daging sapi di Kotim dalam satu tahun sekitar 1.215.304 kilogram, sementara kemampuan pasokan dari peternak lokal hanya sekitar 779.000 Kg, dan kekurangannya sekitar 436.304 Kg.

Kotim mendatangkan sapi dari Kalimantan Selatan, Madura, Makassar dan Nusa Tenggara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ketergantungan pasokan luar daerah ini berimbas pada mahalnya harga daging sapi di Kotim yakni berkisar Rp110.000-Rp130.000/Kg.



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026