
Pasangan Calon Diingatkan Harus Siap Kalah

...Ketiga pasangan calon akan menandatangani komitmen bersama bahwa mereka siap memilih dan siap tidak terpilih, serta siap menang tapi juga siap kalah,"
Sampit (Antara Kalteng) - Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, diingatkan tidak hanya siap menang, tetapi juga harus siap dan legowo jika ternyata nantinya mereka kalah saat pemilu kepala daerah.
"Makanya nanti besok (Rabu) ketiga pasangan calon akan menandatangani komitmen bersama bahwa mereka siap memilih dan siap tidak terpilih, serta siap menang tapi juga siap kalah," kata Ketua KPU Kotim, Sahlin di Sampit, Selasa.
Ada tiga pasang calon bupati dan wakil bupati yang dinyatakan memenuhi syarat menjadi peserta pilkada Kotim. Mereka sudah ditetapkan melalui rapat pleno KPU Kotim pada Senin.
Selasa pagi, sudah dilakukan pengundian dan penetapan nomor urut. Pasangan Djunaidy Drakel-Heriyanto (Djuara) mendapat nomor urut 1, pasangan H Supian Hadi-HM Taufiq Mukri (Sahati) nomor urut 2 dan pasangan Muhammad Arsyad-H Nadiansyah (Madani) nomor urut 3.
KPU akan menggelar deklarasi dan kampanye damai di Taman Kota Sampit pada Rabu (26/8) pagi. Acara itu dirangkai dengan simulasi pengamanan pilkada yang akan dilaksanakan Polres Kotim.
"Tiga hari setelah penetapan calon atau tanggal 27 Agustus, maka memasuki masa kampanye. Kampanye pilkada ini rapat umum hanya satu hari. Nanti ada debat, pertemuan terbatas, dialogis oleh pasangan masing-masing," kata Sahlin.
Kapolres Kotim, AKBP Hendra Wirawan mengatakan, simulasi pengamanan akan dilaksanakan untuk memastikan kesiapan personel dalam mengamankan seluruh tahapan pilkada Kotim. Dia berharap pilkada di daerah ini berjalan lancar, aman dan damai.
"Simulasi nanti untuk kembali melihat kesiapan seluruh satuan dalam mengamankan pilkada. Nanti juga ada deklarasi dan kampanye damai bersama ketiga pasangan calon," jelas Hendra.
Pewarta : Norjani
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
