
Perbaikan Transmisi Listrik Diperkirakan Selesai Dua Pekan

Perkiraan dua minggu sudah normal. Ini sedang dikerjakan terus,"
Sampit (Antara Kalteng) - Perbaikan jaringan transmisi listrik yang rusak akibat diterjang angin kencang di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah membutuhkan waktu dua pekan.
"Perkiraan dua minggu sudah normal. Ini sedang dikerjakan terus," kata Manajer PT PLN Ranting Sampit, Ginter Theo Limin di Sampit, Selasa.
Robohnya sejumlah tower transmisi bertegangan tinggi di Kota Palangka Raya akibat diterpa angin kencang pada Sabtu (7/11) sangat mengganggu pasokan listrik.
Pemadaman cukup lama tak bisa dihindari sehingga banyak dikeluhkan masyarakat di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
Masyarakat Kotawaringin Timur pun tidak luput dari pemadaman listrik secara bergilir. Pemadaman dikeluhkan karena cukup lama, bahkan bisa lebih dari delapan jam sehingga sangat mengganggu aktivitas masyarakat.
Ginter meminta masyarakat memaklumi kondisi yang disebabkan faktor alam tersebut.
Pemadaman bergilir tak bisa dihindari akibat kekurangan daya meski mesin pembangkit listrik tenaga diesel di Baamang, Sampit, sudah dioperasikan.
PLN berusaha keras menyelesaikan pembangunan tower transmisi darurat tersebut agar lebih cepat selesai.
Ginter berharap semua berjalan lancar sehingga pasokan daya listrik kembali lancar.
"Ratusan orang tenaga ahli didatangkan dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Jawa Barat untuk membantu. Saat ini sudah ada yang berdiri tiang emergency pakai tiang besi," sebut Ginter.
Pembangkit di Baamang Sampit hanya mampu melayani sepertiga kebutuhan listrik pelanggan sehingga memaksa PLN melakukan pemadaman bergilir sampai pasokan daya dari jaringan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah kembali normal.
Pewarta : Norjani
Editor:
Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
