
Bupati Barut terus tekankan disiplin ASN untuk perbaikan kinerja

Muara Teweh (ANTARA) - Bupati Barito Utara,Kalimantan Tengah Shalahuddin menegaskan bahwa disiplin merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kapasitas, integritas dan loyalitas aparatur sipil negara (ASN).
"Kedisiplinan adalah pintu awal sebelum berbicara lebih jauh mengenai kinerja dan profesionalisme ASN," kata Shalahuddin memberikan arahan pada apel pagi di halaman kantor bupati setempat di Muara Teweh, Selasa.
Apel tersebut dihadiri Wakil Bupati Felix Sonadi Y. Tingan, Sekretaris Daerah Muhlis, staf ahli bupati, para asisten, kepala bagian, serta ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Utara.
Ia menegaskan akan terus melakukan evaluasi kinerja secara berjenjang, mulai dari kepala dinas hingga jajaran di bawahnya.
“Kedisiplinan adalah pintu awal. Tanpa itu, kita tidak bisa berbicara tentang kapasitas, integritas, dan loyalitas. Evaluasi kinerja akan terus kami lakukan agar seluruh perangkat daerah berjalan seirama dengan visi pembangunan daerah,” tegas Shalahuddin.
Bupati Barito Utara menjelaskan ketegasan dalam menegakkan aturan bukan dimaksudkan untuk bersikap keras, melainkan sebagai dorongan agar seluruh ASN dapat bergerak maju bersama dan memberikan hasil nyata bagi masyarakat.
“Masyarakat Barito Utara menunggu hasil kerja kita. Visi, misi, dan 12 program unggulan yang telah kami sampaikan akan kami wujudkan selama lima tahun ini, namun itu hanya bisa tercapai dengan disiplin dan kerja keras,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Shalahuddin juga mengungkapkan capaian peningkatan kapasitas anggaran daerah. APBD Barito Utara 2026 saat ini berada di kisaran Rp3,4 triliun, dengan belanja daerah sekitar Rp1,1 triliun.
Ia menargetkan penyerapan anggaran pada Februari hingga Maret dapat mencapai 25–30 persen guna mendorong perputaran ekonomi di masyarakat.
Baca juga: Pemkab Barito Utara tanggapi kelangkaan BBM dan elpiji 3 kg
Tiga permasalahan krusial, kata dia, yang harus segera dibenahi, dengan target perubahan mulai terlihat dalam tiga bulan dan hasil nyata dalam enam bulan ke depan.
Permasalahan tersebut meliputi rendahnya penyerapan anggaran yang masih berada di kisaran 71 persen, opini BPK yang masih Wajar Dengan Pengecualian (WDP), serta rendahnya Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD/MCP KPK) yang termasuk terendah di Kalimantan Tengah.
"Saya minta seluruh ASN, khususnya yang menangani kegiatan fisik dan keuangan, bekerja sesuai aturan, transparan, dan akuntabel. Tidak ada toleransi terhadap penyimpangan,” tegas dia.
Bupati juga mengajak seluruh ASN untuk saling menghargai, menjaga kebersamaan, dan memperkuat kerja sama demi mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berorientasi pada pelayanan publik.
Usai apel pagi, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan kendaraan dinas kepada beberapa instansi vertikal (Dandim 1013 Muara Teweh, Polres, Kejaksaan Negeri dan Kantor Kementerian Agama Barito Utara).
Baca juga: Pemkab Barito Utara sosialisasikan program pelebaran jalan dan WFC
Baca juga: Bupati Barito Utara dapat penghargaan Sahabat Pers PWI Kalteng
Baca juga: Bupati Barut komitmen percepat program dan penyerapan anggaran 2026
Baca juga: Bupati Barut serahkan bantuan uang tunai untuk warga terdampak kebakaran
Pewarta : Kasriadi
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
