
PT Naga Buana Tak Main-Main Investasi Di Pulang Pisau
Jumat, 5 Agustus 2016 17:05 WIB

Pulang Pisau (Antara Kalteng) - Direktur PT Naga Buana, Gunawan Wijaya mengatakan bahwa pihaknya tidak main-main terkait rencana menanamkan investasi di daerah setempat.
"Kita tidak pernah main-main dalam masalah keinginan untuk berinvestasi," kata Gunawan Wijaya saat di Pulang Pisau, belum lama ini
Kendati demikian, Gunawan Wijaya mengaku bahwa pihaknya masih mempertimbangkan berbagai hal, diantaranya masalah kepastian hukum terhadap masuknya investasi di daerah setempat.
Kepastian hukum menjadi dasar bagi pihaknya dalam melakukan pengembangan usaha, termasuk kemudahan dan fasilitas perizinan apa yang dipersyaratkan oleh pemerintah setempat.
Pihaknya, kata dia, berencana untuk membeli lahan seluas 50 hektare untuk tahap awal pengembangan tanaman Sengon dan Jati sebagai bahan baku industri pihaknya yang bergerak dalam meubelair.
Tidak hanya berupa bahan mentah saja, PT Naga Buana juga berencana mendirikan pabrik pengolahan agar tanaman Sengon dan Jati itu sudah menjadi bahan baku kayu.
Dikatakan Gunawan Wijaya bukan hanya menyerap bahan baku dari pengembangan yang dilakukan PT Naga Buana, tetapi pihaknya juga menyerap bahan baku yang dijual oleh masyarakat setempat. Diharapkan rencana tersebut biasa terealisasi dalam tahun ini, kendati pihaknya mengungkapkan kebutuhan lahan pengembangan itu seluas 500 ribu hektare.
Bupati Pulang Pisau, H Edy Pratowo mengatakan bahwa kunjungan Direktur PT Naga Buana ini sebagai tindaklanjut pertemuan awal yang dilakukan di Solo Jawa Tengah.
Pemerintah setempat, kata dia, siap menjamin kemudahan proses perizinan bagi pelaku usaha yang berinvestasi di Kabupaten Pulang Pisau.
Tidak hanya PT Naga Buana saja, kata dia, investor lain juga diberikan diberikan kemudahan yang sama. Tujuan pemerintah setempat, tidak lain untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Masuknya investasi, harus bisa menciptakan dan menyerap lapangan kerja untuk masyarakat sekitarnya.
Masyarakat setempat, kata dia, nantinya tidak akan kesulitan untuk menjual tanaman Sengon dan Jati karena sudah ada investor yang siap menampung. Ia mengaku sudah melihat secara langsung pabrik pengolahan milik PT Naga Buana yang bergerak di industri meubelair yang dijual untuk memenuhi permintaan furniture di beberapa Negara.
Mudah-mudahan kerjasama ini bisa berjalan, pemerintah setempat juga meminta dukungan masyarakat agar masuknya investor tidak menemukan kendala, karena apa yang dilakukan untuk mendorong masuknya investasi agar bisa menaikan tingkat ekonomi dan membuat masyarakat sejahtera.
Pewarta : Adi Waskito
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
