Logo Header Antaranews Kalteng

Sadarkan Tentang Bahaya Merokok, Puskesmas Kotim Bina Sekolah

Minggu, 7 Mei 2017 11:07 WIB
Image Print
Kepala Puskesmas Baamang II, dr Yunita Ristianti saat sosialisasi kawasan tanpa rokok di Pondok Pesantren Ashlinatul Amin Sampit, belum lama ini (Istimewa)

Sampit (Antara Kalteng) - Puskemas Baamang II Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, makin gencar mengajak dan membina sekolah untuk menyadarkan orang tentang bahaya rokok bagi diri sendiri dan orang lain.

"Target kami tahun ini ada 18 sekolah yang bisa kami bina dan bekerjasama dengan kami untuk mengampanyekan bahaya rokok. Saat ini sudah ada delapan sekolah yang kami bina di wilayah kerja kami," kata Kepala Puskesmas Baamang II dr Yunita Ristianti di Sampit, Sabtu.

Hingga saat ini masih banyak warga yang merokok di sembarang tempat tanpa mempedulikan dampaknya bagi orang di sekitarnya. Padahal, asap rokok tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan orang yang merokok, tetapi justru berakibat lebih parah bagi perokok pasif atau orang lain yang tidak sengaja menghirup asap rokok tersebut.

Puskesmas Baamang Unit II memang terkenal sangat getol dalam mengampanyekan bahaya rokok. Tidak hanya di sekolah, mereka juga melakukan sosialisasi di kantor kecamatan dan tempat umum.

Sekolah-sekolah yang mereka bina dijadikan percontohan dalam penerapan kawasan tanpa asap rokok. Langkah itu diharapkan diikuti sekolah lainnya, serta perkantoran pemerintah yang sudah seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat.

Di kawasan tanpa asap rokok, siapapun dilarang merokok, tanpa memandang status. Jika ada yang melanggar, sudah sewajarnya jika disepakati ada sanksi yang harus diberikan.

Penetapan kawasan tanpa asap rokok dimaksudkan, setidaknya memberi penegasan dan jaminan kepada masyarakat di mana mereka bisa mendapat hak menikmati udara tanpa asap rokok. Kebijakan itu harus dipatuhi para perokok untuk tidak merokok, khususnya di kawasan tanpa asap rokok.

"Kami berharap upaya kami ini didukung semua pihak sehingga makin banyak kawasan tanpa asap rokok dan masyarakat makin mudah menikmati udara segar tanpa adanya asap rokok," kata Yunita.

Gencarnya mengampanyekan bahaya rokok merupakan upaya pencegahan yang dilakukan Puskesmas Baamang Unit II. Mereka tidak ingin hanya menjalankan tugas mengobati warga yang sakit, tetapi justru ingin mengoptimalkan pencegahan agar tidak banyak masyarakat yang sakit.

Bagi warga yang kecanduan merokok dan bertekad ingin berhenti, Puskesmas Baamang II siap membantu melakukan pendampingan. Tim yang sudah dibentuk akan membantu warga agar secara perlahan bisa mengurangi, hingga akhirnya benar-benar berhenti merokok.



Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026