Logo Header Antaranews Kalteng

Kader PKK Gumas diminta jalankan Sepuluh Program

Kamis, 29 Maret 2018 07:35 WIB
Image Print
Kegiatan pembinaan program PKK di Aula Kantor Kecamatan Kurun, Rabu (28/3/18). (Foto Antara Kalteng/Jemmy Kamis)

Kuala Kurun (Antaranews Kalteng) - Seluruh kader PKK di wilayah Kabupaten berjuluk Habangkalan Penyang Karuhei Tatau, diminta untuk memahami dan menjalankan sepuluh program PKK, kata Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Apristini Arton S Dohong saat kegiatan pembinaan program PKK di Aula Kantor Kecamatan Kurun, Rabu (28/3/18).

“Selain itu, harus bisa memahami tempat kelompok kerja (Pokja),” ucapnya, dihadapan puluhan Kader PKK yang hadir di Aula itu.

Ia mengatakan, sepuluh program PKK itu di antaranya; penghayatan dan pengalaman pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup, dan perencanaan sehat.

Sedangkan empat kelompok kerja, terdiri atas ; Pokja I yang mebidangi penghayatan dan pengamalan Pancasila serta gotong royong. Dalam Pokja I ini, PKK berperan aktif mensosialisasikan tentang bahaya narkoba di lingkungan masyarakat dan sosialisasi sadar hukum.

Kemudian, Pokja II membidangi pendidikan dan keterampilan yang termasuk program unggulan PAUD terpadu yang di dalamnya terdapat posyandu dan Bina Keluarga Balita (BKB).

Selanjutnya, Pokja III merupakan program unggulan yaitu hatinya PKK, dengan memanfaatkan halaman rumah untuk ditanami sayur mayur dan tanaman obat lainnya.

“Dan terakhir, Pokja IV terdapat program sosialisasi BPJS unggulan, yaitu perilaku hidup bersih dan sehat. Yakni, kader PKK mensosialisasikan bebas buang air besar nol yaitu untuk tidak buang air besar secara sembarangan,” katanya.

Ia menambahkan, pada tahun 2018 ini. Salah satu program PKK Kabupaten Gumas yakni melakukan pembinaan program pemberdayaan kesejahteraan keluarga di semua kecamatan.

“Kegiatan itu juga melibatkan instansi terkait, seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, dan Dinas terkait lainnya, “ demikian Apristini Arton S Dohong.



Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026