
AABB Bartim minta pemerintah ambil alih jalan eks Pertamina

Tamiang Layang (Antaranews Kalteng) - Asosiasi Angkutan Batu Bara Tumpuk Natat di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah meminta pemerintah setempat untuk mengambil alih jalan eks Pertamina untuk dijadikan aset dan menamakan jalan tersebut menjadi jalan Industri Raya.
"Demi kelancaran berusaha maka AABB Tumpuk Natat Bartim bersepakat untuk mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Bartim agar jalan houling (eks pertamina) agar segera diambil alih untuj djadikan aset Pemerintah Kabupaten Bartim dan menamakan jalan tersebut menjadi Jalan Industri Raya," ucap Ketua AABB Tumpuk Natat Bartim, Yaman Duli saat syukuran Ultah AABB Tumpuk Natat ke-10 di Tamiang Layang, Sabtu.
Menurut Yaman, pengambilalihan jalan eks Pertamina itu hendaknya secepatnya dilakukan Pemerintah Kabupaten Bartim agar tidak dimanfaatkan oknum tertentu untuk kepentingan komersial yang menguntungkan sepihak saja.
AABB Tumpuk Natat juga telah merasakan suka duka selama terjalin kerja sama dengan perusahaan tambang setempat, hingga saat ini pun tetap bertahan demi kebutuhan hidup.
Asosiasi yang beranggotakan masyarakat desa lintas houling itu merasa tidak dijadikan penonton, tapi dijadikan rekan kerja yang membantu kelancaran semua anggota, demi tercapai kesejahteraan bersama.
"AABB Tumpuk Natat juga ingin menjadikan setiap anggotanya yang teguh, mandiri dan bertanggung jawab. Selama ini, kerja sama yang dijalankan telah mensejahterakan keluarga dengan cukup baik," tandasnya.
Dengan dicabutnya Perda Kabupaten Bartim nomor : 05 tahun 2007 tentang jalan eks Pertamina dan Perbup Bartim nomor 26 tahun 2007 tentang petunjuk teknis retribusi di jalan eks Pertamina, AABB Tumpuk Natat mengkategorikan jalan yang dilalui sebaga akses houling adalah jalan umum.
Jalan umum merupakan sarana dan prasarana umum yang tidak boleh ada pungutan.
"Dengan tegas kami menolak pengutan dalam bentuk apapun pada AABB Tumpuk Natat, dalam hal penggunaan jalan houling tersebut. Bersama dengan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Bartim, AABB Tumput Natat siap membantu pemeliharaan jalan haouling tersebut," katanya.

Asisten II Ir Yuliantara yang mewakili Plt Bupati Bartim mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bartim terus berusaha agar jalan tersebut menjadi aset Pemerintah Kabupaten Bartim.
"Sampai saat ini belum ada keputusan. Upaya yang dilakukan yakni mengundang pihak PT Pertamina rapat bersama," kata mantan Kadis Pertanian itu.
Yuliantara juga menegaskan, adanya kerja sama pihak PT Pertamina dan telah melaksanakan MoU dengan Pemerintah Desa juga tanpa melibatkan Pemkab Bartim.
"Pemerintah Kabupaten Bartim juga belum memberikan restu atas MoU tersebut," tambahnya.
Ke depan Pemerintah Kabupaten Bartim berharap bisa terjadi semacam kerja sama yang menguntungkan (win win solution) untuk semua pihak.
"Kami akan sampaikan semua (permasalahan) dan perjuangkan ke depannya," katanya lagi.
Yuliantara juga mengapresiasi atas kerja sama yang terjadi antara perusahaan penambang dengan AABB Tumpuk Natat dalam kerja sama yang baik, saling menguntungkan dan mensejahterakan masyarakat.
Dalam syukuran ultah ke-10, AABB Tumpuk Natat juga membagikan hewan ternak berupa sapi ke 12 desa yang dilintasi houling batubara. Desa tersebut yaitu Desa Bentot, Desa Lalap, Desa Matarah, Desa Betang Nalong, Desa Didi, Desa Karang Langit, Desa Jaweten, Desa Sumur, Desa Murutuwu, Desa Telang Baru, Desa Balawa dan Desa Telang Siong.
Acara syukuran itu juga dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Bartim melalui Asisten II Ir Yuliantara, Perwakilan DPRD Bartim Mardianto, Kapolres Bartim AKBP Wahid Kurniawan bersama para Kabag dan Kasat, PasimenKodin 1012 Buntok Kapten Inf Obal JM, Plh Danramil Dusun Timur Peltu Efansyah, Camat Paju Epat, Kades, tokoh adat dan masyarakat setempat.
Pewarta : Habibullah
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
