Palangka Raya (ANTARA) - Wali Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah Fairid Naparin menyatakan optimis laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) tahun angaran 2021 yang baru saja diserahkan ke Badan Pemeriksa Keuangan RI Perwakilan Kalteng akan meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP).
"Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen apapun yang menjadi rekomendasi BPK RI Perwakilan Kalteng akan secara maksimal ditindaklanjuti. WTP bukan akhir, tapi kita optimis bisa mempertahankan itu," kata Fairid di Palangka Raya, Selasa.
Kepala daerah termuda di provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila" itu pun berharap sekaligus meminta BPK Perwakilan Kalteng, untuk selalu memberikan pendampingan, saran serta arahan dalam penyelesaian rekomendasi.
"Pemkot Palangka Raya pun akan maksimal menyiapkan data dan bahan yang diperlukan dalam tindak lanjut rekomendasi. Semoga opini WTP ke-6 kali kita raih di tahun ini," kata Fairid.
Pria yang juga merupakan seorang pembalap itu pun menginstruksikan jajarannya menelaah, mencermati dan menindaklanjuti rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan usai melakukan pemeriksaan terhadap LKPD tahun anggaran 2021 milik Pemkot Palangka Raya.
"Selalu jalin koordinasi dan komunikasi yang baik dengan tim BPK agar laporan keuangan yang kita susun sesuai aturan yang berlaku. Hal ini bentuk pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel," kata Fairid.
Sementara itu, saat ini 14 pemerintah daerah (Pemda) di Provinsi Kalimantan Tengah telah menyerahkan LKPD tahun 2021 kepada BPK setempat.
Baca juga: Disperindagkop Palangka Raya: QRIS bisa digunakan di pasar Ramadhan
"Penyerahan ini sesuai undang-undang yang menyatakan LKPD disampaikan gubernur, bupati dan wali kota ke BPK paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir," kata Kepala Perwakilan BPK Kalimantan Tengah Agus Priyono.
Dia mengatakan, 14 pemerintah daerah yang menyerahkan LKPD "unaudited" itu yakni Pemprov Kalteng, Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Lamandau, Sukamara, Gunung Mas, Kapuas, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Murung Raya, Katingan dan Pulang Pisau.
BPK segera menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan terhadap LKPD tersebut. Jangka waktu penyelesaian yakni dua bulan atau 60 hari sejak laporan diterima BPK.
"Pemeriksaan atas LKPD merupakan jenis pemeriksaan keuangan yang dilakukan BPK dengan tujuan memberikan pernyataan opini tentang tingkat kewajaran informasi yang disajikan," demikian Agus.
Baca juga: Kalteng kembangkan beragam komoditi buah tingkatkan perekonomian
Baca juga: DPRD Palangka Raya dorong pelaksanaan pembangunan merata
Baca juga: PW Muhammadiyah Kalteng perkuat ekonomi persyarikatan melalui SM Corner
Berita Terkait
Disdik Palangka Raya: Bangun komunikasi untuk cegah kriminalisasi guru
Jumat, 8 November 2024 16:57 Wib
Benarkah Edy sebut Medan sebagai kota terkotor di Indonesia? Ini faktanya
Jumat, 8 November 2024 11:24 Wib
Rojikinnor-Vina fokus entaskan pengangguran di Palangka Raya
Kamis, 7 November 2024 19:40 Wib
Disdik Kota Palangka Raya dukung program makan gratis 2025
Kamis, 7 November 2024 18:06 Wib
Pemkot Palangka Raya diminta siaga hadapi musim hujan
Kamis, 7 November 2024 16:57 Wib
Guru di Palangka Raya diminta kembangkan potensi anak melalui ekstrakurikuler
Kamis, 7 November 2024 15:01 Wib
Legislator Palangka Raya ingatkan perlu upaya konkret dalam menurunkan angka stunting
Rabu, 6 November 2024 16:49 Wib
Restoran di Palangka Raya diminta tidak gunakan elpiji bersubsidi
Rabu, 6 November 2024 16:23 Wib