Logo Header Antaranews Kalteng

Gerindra: Prabowo bakal umumkan sikap di Pilpres 2024 pada rapimnas

Selasa, 26 Juli 2022 10:20 WIB
Image Print
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, melayani permintaan foto bersama usai membuka Kongres ke-16 Fatayat NU, di Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (15/7/2022). ANTARA FOTO/Feny Selly/foc. (ANTARA FOTO/FENY SELLY)

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan mengumumkan sikap di Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Gerindra, di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (30/7).

"Pada agenda tersebut (Rapimnas Partai Gerindra), Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto akan menjawab pertanyaan publik perihal pencapresannya di Pemilu 2024," kata Muzani dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan, Prabowo sebagai Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra memiliki hak dan kewenangan untuk mengambil keputusan perihal pencalonan presiden tanpa melalui forum rapimnas.

Namun, menurut dia lagi, Prabowo menyadari bahwa diperlukan pengambilan keputusan secara bersama sekaligus melihat apakah permintaan majunya Prabowo dalam pilpres begitu masif adanya.

"Sebagai pejuang demokrasi beliau (Prabowo) sangat memperhatikan perkembangan aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat, terutama di internal Partai Gerindra," ujarnya.

Muzani mengatakan, seluruh pengurus Partai Gerindra di tingkat ranting, PAC, DPC, DPD, hingga DPP dan kader menginginkan agar Prabowo maju dalam pemilihan di Pilpres 2024.


Karena itu, menurut dia lagi, Prabowo memutuskan perlu diadakan rapat pimpinan nasional, dan hal yang paling penting dalam rapimnas adalah untuk mendengarkan jawaban langsung dari Prabowo terhadap permintaan para kader Gerindra.

"Saya berharap seluruh Pengurus Partai Gerindra dimana pun berada untuk mengikuti rangkaian kegiatan rapimnas baik secara fisik maupun virtual. Karena keputusan itu akan sangat menentukan masa depan Indonesia dan sangat menentukan kesinambungan pembangunan serta penentu terhadap kemajuan demokrasi di negara Indonesia," katanya.

Dia berharap kepada seluruh Pengurus Partai Gerindra di semua tingkatan untuk mengikuti acara ini baik melalui siaran langsung di televisi-televisi ataupun siaran langsung melalui kanal Youtube yang telah disediakan.

Muzani menyadari bahwa SICC tidak cukup menampung seluruh peserta, kader, Pengurus Partai Gerindra dari berbagai wilayah di Indonesia.

"Karena itu, dengan meminta maaf jika dalam penyelenggaraan rapimnas ini, partai harus membatasi jumlah yang datang karena keterbatasan tempat, dan tetap kita harus menjaga 'social distancing' karena ancaman wabah COVID-19 masih ada di depan kita," ujarnya.

Menurut dia, jawaban Prabowo terkait sikap politik di Pilpres 2024 akan menjadi energi baru bagi perjuangan Partai Gerindra menghadapi Pemilu 2024.

Dia berharap kepada seluruh kader Gerindra untuk bahu-membahu, bergotong royong, bantu-membantu untuk menyongsong kemenangan partai tersebut di Pemilu 2024.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid mengatakan partainya membangun koalisi dengan Partai Gerindra karena lebih realistis dan cepat dalam mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2024.

Namun menurut dia, PKB tetap membuka komunikasi dengan partai-partai lain termasuk PKS dan Demokrat untuk bisa bergabung dalam koalisi.

"Koalisi semut merah (PKB, PKS, Demokrat) masih terbuka, namun di tengah komunikasi itu ternyata ada komunikasi yang baik dengan Gerindra. Kelihatannya bersama Gerindra lebih realistis dan cepat untuk pasangkan capres-cawapres, namun kami tetap buka komunikasi dengan parpol lain," kata Jazilul di Jakarta, Senin.

Dia menjelaskan, koalisi PKB bersama Gerindra memang sudah memenuhi syarat ambang batas partai mengajukan pasangan capres-cawapres yaitu 20 persen.

Namun menurut dia, Gerindra sepakat apabila PKB tetap menjalin komunikasi dengan parpol lain seperti Demokrat, PKS, dan Partai NasDem untuk bergabung.

Baca juga: Gerindra sebut pertemuan Presiden dengan Prabowo tak bahas 'reshuffle'

"Kami tahu PKB dan Gerindra sudah cukup untuk mengusung pasangan capres-cawapres dan menunjuk siapa calonnya. Namun alangkah lebih baik jika ada parpol lain bergabung, apa yang jadi target-target dan tujuan termasuk kalau ada 'power sharing'," ujarnya.

Menurut dia, untuk mencari teman koalisi memang tidak mudah, terutama terkait persyaratan ambang batas parpol mengajukan pasangan calon presiden-wakil presiden sebesar 20 persen.

Dia mengatakan, PKB paham diri yaitu harus membuka komunikasi dengan semua parpol dan tidak jumawa sehingga partainya selalu ajak partai yang bisa bergabung dalam koalisi.

"PKB tahu diri karena punya 10 persen suara. Ketika bersama Gerindra, ini semakin dekat karena untuk persyaratan 20 persen terpenuhi apalagi nanti Semut Merah bergabung maka akan lebih meyakinkan koalisi ini menang," katanya.

Jazilul menjelaskan, Gerindra setuju kalau PKB tetap menjalin komunikasi dengan partai-partai lain meskipun kedua partai tersebut sepakat menjalin kerja sama di Pemilu 2024.



Pewarta :
Editor: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026