
Minimalkan ancaman, BPBD Palangka Raya susun kajian risiko bencana

Palangka Raya (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, menyusun kajian risiko bencana guna meminimalkan dampak dari ancaman bencana yang berpotensi terjadi di kota setempat.
"Penyusunan naskah dilakukan oleh para ahli. Saat ini tahapan sudah masuk tahapan menyerap masukan dari elemen masyarakat yang kami lakukan melalui fokus grup diskusi," kata Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Emi Abriyani di Palangka Raya, Kamis.
Dia mengungkapkan, diskusi yang fokus membedah naskah akademik kajian risiko bencana itu menghadirkan para lurah, unsur TNI dan Polri, jurnalis, relawan serta berbagai pihak terkait lain dalam penanggulangan bencana.
Nantinya kajian akademik risiko bencana itu dapat digunakan pemerintah daerah menyusun langkah-langkah dan kebijakan dalam penanggulangan bencana.
"Apalagi, dalam penanggulangan bencana, pemerintah juga harus punya 'blue print' atau dokumen atau regulasi yang menjadi dasar penetapan penanganan kebencanaan," kata nya.
Dia mengatakan, secara umum, potensi bencana yang ada di wilayah Kota Palangka Raya ada bencana alam dan bencana non alam. Untuk bencana kategori alam seperti banjir, kebakaran hutan dan lahan, kabut asap, angin puting beliung dan sambaran petir. Sementara bencana non alam, seperti wabah COVID-19 yang kejadiannya cenderung lebih sulit diprediksi ataupun di tangani.
Baca juga: BPBD Palangka Raya maksimalkan peran Kelurahan Tangguh Bencana
"Untuk itu, penyusunan kajian risiko bencana ini mencakup berbagai potensi bencana baik karena faktor alam maupun non alam. Termasuk upaya antisipasi, penanganan hingga pemulihan pasca bencana. Termasuk mengedukasi masyarakat dalam mitigasi bencana," katanya.
Sementara itu, saat ini pihaknya tengah meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi bencana banjir di kawasan bantaran sungai dan banjir di kawasan permukiman.
"Apalagi ancaman bencana alam di Palangka Raya saat musim hujan adalah banjir di kawasan bantaran sungai dan kawasan permukiman serta ancaman pohon tumbang. Sementara saat kemarau ancamannya adalah kebakaran hutan dan lahan," katanya.
Baca juga: BPBD-Satgas TMMD edukasi antisipasi karhutla warga bantaran sungai
Baca juga: Tim gabungan lakukan pencarian seorang pelajar tenggelam di DAS Kahayan
Baca juga: Seorang pelajar di Palangka Raya diduga tenggelam di DAS Kahayan
Pewarta : Rendhik Andika
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
