
Legislator Kotim minta rencana penutupan jalan disosialisasikan secara lengkap

Sampit (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah meminta pemerintah daerah memberikan sosialisasi yang jelas dan menyeluruh kepada warga terkait rencana penutupan jalan di ujung landasan pacu (runway) Bandara Haji Asan Sampit.
“Menurut saya perlu sosialisasi terhadap rencana tersebut, duduk bersama antara pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat sehingga informasi yang didapat tidak sepotong-sepotong,” kata Anggota DPRD Kotim Marudin di Sampit, Minggu.
Hal ini ia sampaikan sehubungan dengan munculnya gejolak di tengah masyarakat, khususnya warga Kampung Bangkirai yang berada di kawasan Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang pasca mencuatnya berita rencana penutupan jalan di ujung runway bandara.
Warga mengaku kaget dan resah karena sebelumnya tidak menerima pemberitahuan resmi dari pemerintah terkait rencana penutupan jalan yang menjadi akses utama dan terdekat mereka untuk menuju maupun kembali dari Kota Sampit.
Oleh karena itu, menurut Marudin pemerintah daerah perlu memberikan sosialisasi yang jelas dengan duduk bersama tokoh masyarakat sehingga informasi yang diterima masyarakat pun tidak simpang siur atau tidak lengkap.
Ia yakin pemerintah daerah mampu memikirkan langkah-langkah terbaik bagi masyarakat maupun untuk mendukung Kawasan Keamanan Operasional Penerbangan (KKOP) Bandara Haji Asan Sampit.
“kami percaya pemerintah daerah bisa memberikan solusi yang terbaik, agar bagaimana standar keamanan penerbangan tetap bisa terwujud dan di sisi lain kepentingan masyarakat juga diperhatikan,” ujarnya.
Baca juga: Hipmi Kotim ajak UMKM optimalkan digitalisasi
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini pun menyarankan pemerintah daerah untuk menyiapkan dua alternatif jalan bagi warga Kampung Bangkirai agar tetap merasa diperhatikan di tengah upaya peningkatan standar keamanan bandara ini.
Disamping rencana peningkatan jalan alternatif dari Kampung Bangkirai yang tembus ke Jalan Tjilik Riwut, menurutnya perlu ada akses untuk pejalan kaki atau roda dua sebaiknya dibuat jalan alternatif melalui semacam terowongan.
Hal ini agar masyarakat tidak yang tidak memiliki kendaraan bermotor tidak perlu mengambil jalan memutar yang jaraknya berkali-kali lipat dibanding jalan di ujung runway bandara sekarang.
“Khususnya bagi anak-anak sekolah yang harus berangkat pagi, supaya akses jalan bisa lebih cepat sehingga tidak terlambat masuk kelas,” imbuhnya.
Ia juga menekankan bahwa pemerintah daerah juga harus menuntaskan terlebih dahulu jalan alternatif yang dapat dilalui kendaraan roda empat dan truk menuju Jalan Tjilik Riwut agar mobilitas dan perekonomian masyarakat tetap berjalan lancar.
Bukan hanya peningkatan infrastruktur jalannya, tetapi penerangan jalan umum pun harus diperhatikan agar masyarakat merasa aman saat melaluinya di malam hari.
Menurutnya, apabila pemerintah daerah memberikan dua akses jalan alternatif tersebut tentunya akan memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi masyarakat. Begitu pula untuk KKOP Bandara H Asan Sampit tidak akan terganggu.
“Tujuan dari semua itu tentu untuk kenyamanan, keselamatan dan keamanan bersama. Masyarakat juga merasa diperhatikan, di sisi lain keselamatan penerbangan juga terjamin,” demikian Marudin.
Baca juga: Disdik Kotim optimalkan Satgas PPKSP cegah kekerasan di sekolah
Baca juga: Kotim semakin menarik minat pengusaha nasional
Baca juga: Lurah Baamang Hulu sosialisasikan rencana penutupan jalan di kawasan bandara
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
