
Hasil observasi, buaya sudah sering muncul sebelum menyerang manusia

Sampit (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah telah melakukan observasi pasca kasus serangan buaya terhadap seorang lansia di Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara.
"Kami mengunjungi RSUD dr Murjani Sampit tempat korban dirawat untuk mendengarkan kronologi kejadian dari korban dan keluarga, serta menyerahkan bantuan dari pimpinan," kata Komandan BKSDA Resort Sampit Muriansyah di Sampit, Rabu.
Dalam kegiatan itu, dirinya didampingi oleh tim Muhammad Panji atau dikenal sebagai Panji Petualang yang saat itu tengah berkunjung ke Kotim serta komunitas pecinta reptil Sampit yang turut berempati terhadap musibah yang menimpa Nursehan.
Senin (21/7) lalu, Nursehan, wanita berusia 62 tahun Desa Bagendang Permai menjadi korban serangan buaya saat sedang mandi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mentaya sekitar pukul 05:00 WIB.
Korban sempat diseret beberapa meter dari lokasi awal kejadian sebelum akhirnya diselamatkan oleh warga yang mendengar jeritan korban. Korban berhasil selamat namun mengalami luka cukup parah di lengan dan kaki.
Adapun, setelah menjenguk korban di rumah sakit, Muriansyah bersama rombongan melanjutkan observasi ke lokasi kejadian yang berada di belakang rumah korban, tepat di tepi DAS Mentaya.
Dari penuturan menantu korban, buaya tersebut ternyata sudah beberapa kali mendekati area rumah dan bahkan sempat menyerang kandang ayam yang jaraknya hanya sekitar tiga meter dari titik serangan.
"Berdasarkan keterangan menantu korban yang kami temui di lokasi kejadian, buaya memang sudah beberapa kali muncul dan menyerang kandang ayam yang berada sekitar tiga meter dari lokasi serangan," bebernya.
Selanjutnya, setelah mengumpulkan keterangan dari warga setempat, BKSDA Resort Sampit memberikan pengarahan kepada keluarga korban dan warga yg hadir. Petugas menjelaskan perilaku buaya dan menyarankan keluarga korban untuk memindah kandang ayam.
Baca juga: SDN 2 MB Hulu komitmen wujudkan lingkungan aman dan ramah anak
Sebagai langkah antisipatif, BKSDA juga memasang satu buah spanduk peringatan di sekitar lokasi agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi kemunculan buaya susulan.
Berdasarkan data BKSDA Resort Sampit sejak 2010 hingga 2025 terdapat 54 kasus serangan buaya di wilayah Kotim. Tercatat ada sembilan korban meninggal dunia, sementara sisanya mengalami luka ringan hingga berat. Oleh sebab itu, BKSDA terus mengimbau agar masyarakat berhati-hati beraktivitas di tepi sungai, khususnya pada waktu-waktu rawan. Bila melihat tanda-tanda keberadaan buaya, warga diminta segera melapor agar bisa segera ditindaklanjuti.
"Masyarakat juga kami imbau untuk tidak membuang sampah rumah tangga dan bangkai langsung ke sungai, serta tidak memelihara ternak atau unggas di sekitar sungai. Karena hal-hal tersebut dapat mengundang kedatangan buaya ke perairan permukiman," demikian Muriansyah.
Baca juga: Wabup Kotim tekankan pentingnya kerja sama penanganan sampah
Baca juga: Dua pekerja sawit di Kotim diserang beruang madu saat bekerja
Baca juga: BPBD Kotim tingkatkan keterampilan masyarakat bantu tangani karhutla
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
