
Bupati Kotim sambut hangat rencana pembangunan rumah sakit swasta

Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah Halikinnor menyambut hangat rencana Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah untuk membangun rumah sakit bertaraf internasional di Kota Sampit.
"Senang sekali mendengar kabar itu. Bahkan saya sudah beberapa kali menawarkan supaya rumah sakit swasta itu bisa masuk ke Kotim, karena penduduk Kotim itu terbesar di Kalteng, sementara saat ini rumah sakit unggulan kita baru satu," kata Halikinnor di Sampit, Selasa.
Dia menjelaskan, keberadaan rumah sakit swasta memang sudah lama diharapkan oleh Pemkab Kotim dalam rangka memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Apalagi saat ini jumlah rumah sakit di Kotim baru ada tiga, yakni RSUD dr Murjani Sampit, RS Pratama Parenggean dan RS Pratama Samuda. Itupun sebagian besar pasien masih menumpuk di RSUD dr Murjani Sampit saja.
Berbanding jauh dengan Kota Palangka Raya yang memiliki sekitar tujuh rumah sakit. Padahal, jumlah penduduk Kotim merupakan yang terbanyak di Kalteng. Ditambah lagi, dengan banyaknya perusahaan perkebunan dan pertambangan di Kotim cukup banyak pendatang dari luar daerah yang mungkin belum terdaftar sebagai warga Kotim tetapi juga membutuhkan layanan kesehatan di wilayah itu.
"Rumah sakit yang ada di wilayah kita sekarang tidak bisa menampung itu, apalagi kalau saat-saat paparan penyakit cukup tinggi, seperti diare pada saat pancaroba, rumah sakit kita kewalahan untuk menangani itu," ujarnya.
Oleh karena itu, ia menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan rumah sakit swasta oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah.
Bahkan, segera setelah menerima informasi itu ia memanggil Rektor Universitas Muhammadiyah Sampit (Umsa) sekaligus Kepala Badan Pendapatan Daerah Kotim Ramadansyah untuk berdiskusi terkait hal-hal apa saja yang bisa dilakukan pemerintah daerah untuk membantu pembangunan itu.
"Jadi, kami mendukung penuh rencana itu dan saya sudah berkomunikasi dengan Rektor Umsa terkait apa saja yang dibutuhkan dari pemerintah daerah, sehingga saya bisa keluarkan surat rekomendasinya agar rumah sakit itu bisa dibangun secepatnya," bebernya.
Baca juga: Redislokasi Korem 102/Pjg ke Sampit pertimbangkan pertahanan keamanan
Halikinnor juga mengungkapkan, selain Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah, rencana pembangunan rumah sakit swasta di Sampit juga datang dari Primaya Hospital Betang Pambelum yang merupakan rumah sakit milik yayasan Katolik.
Informasi yang pihaknya terima saat ini pihak Primaya Hospital Betang Pambelum sudah memiliki lahan untuk pembangunan rumah sakit swasta tersebut, namun ia belum bisa memastikan sejauh mana rencana itu sudah berjalan.
"Kami belum tau kelanjutannya seperti apa, tapi sebelumnya, saya juga sudah sampaikan kepada Primaya Pambelum bahwa kami siap memberikan semacam tax holiday (pembebasan pajak sementara) untuk memberikan kemudahan bagi mereka," sebutnya.
Baca juga: Pemkab Kotim perkuat koordinasi demi kemajuan daerah
Orang nomor satu di Kotim ini pun berencana untuk mengadakan audiensi dengan kedua pihak untuk membahas lebih lanjut terkait pembangunan rumah sakit swasta di Kotim. Ia berharap dengan bertambahnya dua rumah sakit swasta maka kebutuhan akan layanan kesehatan di Kotim dapat terpenuhi. Misalnya, pasien yang tidak tertampung di RSUD dr Murjani Sampit bisa didistribusikan ke rumah sakit swasta.
Dirinya juga berharap dengan adanya rumah sakit swasta dapat memicu kompetisi atau persaingan dengan rumah sakit daerah, sehingga dapat memacu peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
"Biasanya rumah sakit swasta pelayanannya bagus sekali, sehingga ini bisa menjadi contoh bagi rumah sakit daerah. Dengan adanya kompetisi seperti itu, maka pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa lebih baik, itu harapan kami,"demikian Halikinnor.
Baca juga: TNI AU khawatir layang-layang ganggu penerbangan di Sampit
Baca juga: OMC di Kalteng diharap turut berdampak ke Kotim
Baca juga: Perayaan HUT Kemerdekaan perkuat kekompakan insan pendidikan di Kotim
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
