
Pemkab Gumas paparkan perkembangan pembangunan Jembatan Nango

Kuala Kurun (ANTARA) - Pembangunan Jembatan Nango permanen dengan konstruksi pile slab yang terletak di Desa Tewang Pajangan, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah terus berjalan.
Saat ini perkembangan atau progres pembangunan jembatan permanen tersebut mencapai 9,30 persen, kata Bupati Gumas Jaya S Monong saat memberi keterangan kepada awak media di Kuala Kurun, Jumat.
"Semoga pembangunan Jembatan Nango permanen berjalan dengan aman dan lancar, tanpa ada kendala apapun,” sambung orang nomor satu di lingkup Pemkab Gumas ini.
Persiapan pembangunan Jembatan Nango permanen sudah dilakukan pada Juli 2025. Walau progresnya baru mencapai 9,30 persen, namun saat ini seluruh bahan dan material sudah siap di lokasi.
Bupati bersama Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gumas Bambang Jaya telah meninjau pembangunan Jembatan Nango permanen, 14 Agustus 2025. Saat itu sedang dilakukan pemancangan tiang jembatan, yang ditargetkan rampung 25 Agustus 2025.
Ia pun berharap semua pengerjaan Jembatan Nango permanen berjalan dengan baik dan lancar, sehingga selesai pada Desember 2025 dan dapat segera digunakan oleh masyarakat.
Baca juga: Paskibraka Gumas siap jalankan tugas saat HUT RI
Lebih lanjut, pembangunan Jembatan Nango permanen juga menjadi wujud nyata implementasi program unggulan Tambun Bungai Maju. Program ini merupakan upaya Pemkab Gumas dalam membangun infrastruktur selama lima tahun ke depan.
Untuk diketahui, Jembatan Nango terletak di jalan kabupaten Kota Kuala Kurun-Desa Tumbang Miwan wilayah Kecamatan Kurun, tepatnya di Desa Tewang Pajangan. Jembatan ini terbuat dari kayu dengan usia yang cukup lama, sehingga beberapa kali mengalami kerusakan di beberapa bagian.
Oleh sebab itu, Pemkab Gumas menganggarkan Rp4,4 miliar untuk membangun Jembatan Nango permanen pada tahun anggaran 2025. Jembatan permanen dibangun tepat di sebelah jembatan yang ada saat ini.
Terpisah, Kepala DPU Gumas Baryen mengatakan selama pembangunan jembatan permanen, jembatan kayu tetap dipertahankan demi menjaga arus lalu lintas masyarakat.
Dengan demikian, sambung Baryen, masyarakat tetap dapat menggunakan Jembatan Sei Nango yang lama jika ingin melintas di ruas jalan Kuala Kurun-Tumbang Miwan.
“Jembatan Sei Nango terletak di lembah, jadi nanti jembatan permanen juga akan ditinggikan, hampir 1,5 meter di atas lantai jembatan kayu yang ada saat ini, supaya masyarakat lebih nyaman saat melewati jembatan permanen,” demikian Baryen.
Baca juga: Pemkab Gunung Mas komitmen dukung program nasional
Baca juga: Bupati Gumas berharap atlet tenis meja mampu tingkatkan prestasi
Baca juga: Sambut HUT RI, Pemkab Gumas hadirkan GPM bantu warga
Pewarta : Chandra
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
