
Pemkot Palangka Raya tekan inflasi lewat program pasar murah

Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (DPKUKMP) menekan inflasi dengan strategi pasar murah.
"Selain itu kami juga melakukan pengawasan stok, menjaga stabilisasi harga bahan pokok di pasar, menjamin kelancaran distribusi," kata Wakil Wali Kota, Achmad Zaini di Palangka Raya, Selasa.
Pernyataan itu diungkapkan Zaini terkait pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang diikuti secara daring.
"Kementerian Dalam Negeri RI merilis Indeks Harga Konsumen periode Juli pada minggu pertama bulan Agustus 2025. Lonjakan inflasi dipicu oleh kenaikan harga beras dan bawang merah," katanya.
Zaini mengatakan, berdasar data BPS Kota Palangka Raya, pada Juli 2025 inflasi Year on Year (y-on-y) Kota Palangka Raya sebesar 1,62 persen.
Pada Juli 2025 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Kota Palangka Raya sebesar 1,62 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,44.
Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya delapan dari sebelas indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 9,56 persen.
Kemudian kelompok pendidikan sebesar 2,62 persen kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,48 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,79 persen dan kelompok kesehatan sebesar 1,34 persen.
"Pemkot Palangka Raya akan terus berupaya untuk menjaga tingkat inflasi di daerahnya dengan menjalankan berbagai strategi pengendalian inflasi secara optimal. Seperti operasi pasar murah, pasar penyeimbang, dan upaya strategis lainnya," katanya.
Baca juga: Tim SAR gabungan cari orang hilang di hutan Bartim
Kepala DPKUKMP Samsul Rizal mengatakan, secara rutin pihaknya terus menggelar pasar murah untuk mengendalikan kendalikan inflasi.
"Kami laksanakan setiap akhir pekan. Paket yang dijual ke masyarakat berupa beras, gula pasir, minyak goreng bawang merah, bawang putih dan kebutuhan pokok lain," katanya.
Untuk harga jual setiap produk bisa berbeda di setiap pelaksanaan pasat murah, sesuai dengan kondisi dan harga modal yang dikeluarkan penjual.
"Namun kami dapat memastikan harganya berada di bawah harga jual dipasaran karena program ini kami laksanakan bekerja sama dengan agen dan distributor langsung, termasuk dengan Bulog," kata Samsul Rizal.
Dia menambahkan, selain pelaksanaan pasar murah, pihaknya secara berkala juga memiliki program operasi pasar yang mana pada program ini pemerintah menyiapkan paket bahan pokok yang harus ditebus oleh masyarakat.
"Biasanya kami menyiapkan paket berupa beras 5 kilogram, gula pasir 2 kilogram minyak goreng 2 liter yang seharusnya dibeli masyarakat Rp150 ribu disubsidi pemerintah menjadi Rp100 ribu per paketnya," ucapnya.
Baca juga: UMPR dan Koperasi CU Betang Asi kerja sama implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi
Baca juga: DPRD Palangka Raya minta pemerintah lebih serius kembangkan sektor perikanan
Baca juga: DPRD Palangka Raya minta pemutakhiran data penerima bansos
Pewarta : Rendhik Andika
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
