Logo Header Antaranews Kalteng

DPRD Palangka Raya ajak warga tingkatkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan

Rabu, 17 September 2025 06:12 WIB
Image Print
Wakil Ketua II Komisi III DPRD Palangka Raya, Sri Ani Rintuh. (ANTARA/Rajib Rizali)

Palangka Raya (ANTARA) - Wakil Ketua II Komisi III DPRD Palangka Raya, Kalimantan Tengah Sri Ani Rintuh mengajak warga saling meningkatkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan.

"Karena memang keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan anggaran dan kebijakan pemerintah, tetapi juga kesadaran warga untuk ikut merawat fasilitas yang ada," katanya di Palangka Raya, Selasa.

Dia menilai, masih sering dijumpai kasus sejumlah fasilitas umum yang baru dibangun justru cepat rusak karena ulah oknum tidak bertanggung jawab.

Aksi-aksi seperti itu dinilai hanya akan merugikan masyarakat lain yang membutuhkan dan menantikan fasilitas umum tersebut.

“Pemerintah sudah bekerja keras membangun untuk kepentingan masyarakat, jadi sudah seharusnya warga ikut menjaga dan merasa memiliki,” ucapnya.

Baca juga: DPRD Palangka Raya dorong perikanan jadi penggerak ekonomi kerakyatan

Menurut Sri, partisipasi masyarakat dalam pembangunan bukan sekadar dalam tahap perencanaan atau pelaksanaan, tetapi juga dalam pemeliharaan.

Jalan, drainase, taman kota, hingga fasilitas sosial dan pendidikan akan bertahan lama jika masyarakat ikut merawatnya dengan baik.

“Kalau masyarakat justru merusak, akhirnya pemerintah harus mengeluarkan anggaran lagi untuk memperbaiki. Hal ini jelas menghambat pemerataan pembangunan karena dana yang seharusnya digunakan di tempat lain kembali terserap untuk perbaikan,” ujarnya.

Politisi Fraksi PKB ini menekankan, pembangunan merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya akan kembali ke masyarakat.

Oleh sebab itu, rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga fasilitas publik menjadi kunci agar pembangunan tidak sia-sia.

Selain itu, Sri juga mendorong agar pemerintah kota memperkuat program edukasi kepada warga mengenai pentingnya menjaga fasilitas umum.

Menurutnya, penyuluhan dan sosialisasi harus dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui sekolah, komunitas masyarakat, maupun media informasi.

“Kesadaran itu tidak bisa muncul begitu saja, perlu dibangun lewat pendidikan dan sosialisasi. Kalau masyarakat paham bahwa fasilitas itu milik bersama, tentu mereka akan lebih peduli,” demikian Sri.

Baca juga: DPRD apresiasi peningkatan nilai SPBE Palangka Raya

Baca juga: Pemkot Palangka Raya-Kejari kolaborasi pendampingan pengelolaan Koperasi Merah Putih

Baca juga: Disdik pastikan program PIP di Palangka Raya tepat sasaran



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026