
150 peserta dari berbagai Indonesia ikuti webinar inovasi pembelajaran AI

Palangka Raya (ANTARA) - Sebanyak 150 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia mengikuti webinar Inovasi Pembelajaran Berbasis Augmented Reality (AR) dan Artificial Intelligence (AI) yang dilaksanakan Fakultas Bahasa, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (FBIT) Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR).
"Kegiatan ini bekerja sama dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Prodi PPKn Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta," kata Irvan Mahendra, Dosen FBIT UMPR di Palangka Raya, Rabu.
Dia menerangkan, webinar itu bertajuk "Inovasi Pembelajaran Berbasis AR dan AI: Integrasi Bahasa Inggris dan PPKn untuk Penguatan Literasi Digital dan Civic Values".
"Kegiatan ini juga merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Menghadirkan materi komprehensif tentang implementasi teknologi AR dan AI dalam pembelajaran, khususnya untuk mata pelajaran Bahasa Inggris dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)," katanya.
Kegiatan ini dipimpin oleh dua narasumber kompeten, yaitu Ivan Mahendra MPd dari Universitas Muhammadiyah Palangkaraya dan Yasir Marzuqi MPd.
Irvan mengatakan, oleh 150 peserta pada webinar ini terdiri dari 65 guru Bahasa Inggris, 42 guru PPKn, 28 mahasiswa pendidikan, 10 kepala sekolah dan lima praktisi pendidikan lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia.
Kegiatan ini merupakan respons terhadap kebutuhan pendidik dalam menghadapi transformasi pembelajaran di era digital menuju Society 5.0.
Webinar ini dilaksanakan secara daring untuk pertimbangan efisiensi, jangkauan luas, dan kemudahan akses bagi peserta. Webinar ini dilatarbelakangi oleh beberapa permasalahan prioritas dalam dunia pendidikan.
"Diantaranya kesenjangan literasi digital yang signifikan di kalangan pendidik, kendala dalam menyediakan konteks komunikasi autentik dalam pembelajaran Bahasa Inggris dan pembelajaran PPKn yang masih bersifat kognitif-tekstual tanpa internalisasi nilai mendalam," katanya.
Kemudian belum adanya model integrasi yang jelas antara pembelajaran dengan teknologi AR dan AI, serta minimnya akses terhadap informasi dan pelatihan tentang implementasi teknologi pembelajaran inovatif.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi strategis melalui transfer pengetahuan tentang teknologi pembelajaran, memperkenalkan aplikasi praktis seperti Google Lens, Assemblr EDU, ChatGPT, dan Grammarly, serta menyajikan model integrasi pembelajaran yang dapat diadaptasi guru sesuai konteks sekolah masing-masing.
Webinar dibagi dalam beberapa sesi terstruktur. Sesi pertama dipimpin oleh dosen dari Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Irvan Mahendra, MPd yang memaparkan materi tentang "Penguatan Literasi Digital dan Civic Values".
Dalam sesi ini, dia menjelaskan pentingnya literasi digital dalam konteks pembelajaran modern dan bagaimana nilai-nilai kewarganegaraan dapat diperkuat melalui pemanfaatan teknologi.
Sesi kedua disampaikan oleh Yasir Marzuqi, MPd Dosen PPKn Universitas Ahmad Dahlan yang memfasilitasi "Workshop Inovasi Pembelajaran Berbasis AI dan AR", mendemonstrasikan secara langsung penggunaan berbagai aplikasi dan platform teknologi yang dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar.
Metode penyampaian menggunakan presentasi interaktif dengan dukungan multimedia, demonstrasi langsung aplikasi, screen sharing, dan studi kasus.
Setelah pemaparan, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif yang membahas tantangan praktis implementasi teknologi di sekolah.
Hasil evaluasi menunjukkan kesuksesan luar biasa dengan 92 persen peserta menyatakan materi sangat bermanfaat, 87 persen menilai penyampaian narasumber jelas dan mudah dipahami, serta 78 persen berkomitmen mengimplementasikan teknologi dalam pembelajaran mereka dalam 1-2 bulan ke depan.
Kegiatan ini juga berhasil membangun networking antar peserta yang membentuk komunitas belajar berkelanjutan untuk saling mendukung dalam transformasi pembelajaran berbasis teknologi.
Pewarta : Rendhik Andika
Uploader: Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2026
