Logo Header Antaranews Kalteng

Sekolah Politik jadi wadah tumbuhkan kesadaran demokrasi

Rabu, 12 November 2025 12:00 WIB
Image Print
Anggota Komisi I DPRD Palangka Raya Rusdiansyah (kiri), bersama anggota Fraksi PKB Sri Ani Rintuh dan Yudhi Karlianto Manan, usai mengikuti rapat paripurna beberapa waktu lalu. (ANTARA/Rajib Rizali)

Palangka Raya (ANTARA) - Anggota Komisi I DPRD Palangka Raya, Kalimantan Tengah Rusdiansyah mendukung langkah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) setempat yang menggelar kegiatan Sekolah Politik dan Pemilu bagi generasi muda.

"Upaya ini penting untuk menanamkan kesadaran demokrasi sejak dini dan mendorong partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda dalam proses politik," katanya di Palangka Raya, Rabu.

Rusdiansyah menilai pendidikan politik merupakan kunci dalam membentuk generasi muda melek demokrasi, memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta mampu berpikir kritis terhadap isu kebangsaan.

Baca juga: DPRD Palangka Raya minta pengawasan dan efektivitas anggaran terkait stunting

Ia menambahkan, demokrasi sehat tidak akan terwujud tanpa keterlibatan aktif warga, terutama generasi muda, sehingga pelatihan dan pendidikan politik perlu diarahkan untuk membangun karakter serta integritas.

Menurutnya, arus informasi di era digital menuntut kemampuan literasi politik dan digital yang tinggi. Banyaknya informasi menyesatkan seperti hoaks dan ujaran kebencian menjadi tantangan besar bagi demokrasi.

“Di sinilah pentingnya pembinaan politik. Generasi muda perlu dibekali kemampuan menyaring informasi agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah,” ucapnya.

Baca juga: DPRD Palangka Raya dorong penguatan manajemen modern UMKM

Rusdiansyah juga menyoroti pentingnya peran lembaga pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat dalam mendukung pembelajaran politik yang sehat dan terbuka.

Dia mengatakan DPRD mendukung langkah Kesbangpol Palangka Raya yang berupaya menanamkan nilai-nilai demokrasi dan kebangsaan melalui kegiatan edukatif.

“Semua pihak harus ikut andil. Pemerintah bisa menyediakan wadah, sementara sekolah, kampus, dan komunitas membantu menumbuhkan budaya berdiskusi dan berpikir kritis,” ujarnya.

Menurutnya, Kota Palangka Raya memiliki potensi besar mencetak generasi muda yang kritis, toleran, dan berjiwa kepemimpinan.

Dengan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, ia yakin kota ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun budaya politik yang sehat.

“Melalui pendidikan politik yang inklusif dan berkelanjutan, kita bisa menumbuhkan generasi yang tidak hanya paham demokrasi, tetapi juga siap menjaga dan memperkuatnya,” demikian Rusdiansyah.

Baca juga: Disdik Palangka Raya tanamkan nilai toleransi lewat pendidikan karakter kebhinnekaan

Baca juga: Wali Kota Palangka Raya Ikuti Pendidikan Kepemimpinan di National University of Singapore

Baca juga: DPRD Palangka Raya dorong pengurus Koperasi Merah Putih miliki SDM yang profesional



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026