Logo Header Antaranews Kalteng

Akademisi UMPR-mahasiswa FAI Perkuat spiritualitas napi perempuan

Senin, 1 Desember 2025 13:27 WIB
Image Print
Akademisi UMPR-mahasiswa FAI Perkuat spiritualitas napi perempuan (ANTARA/HO-UMPR)

Palangka Raya (ANTARA) - Dosen Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) bersama mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) untuk memberikan pembinaan spiritual kepada narapidana perempuan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II Palangka Raya.

"Kegiatan ini kami laksanakan pada 23 November 2025 lalu dengan tema 'Bangkitlah Perempuan Tangguh Dicintai Allah, Kembalilah kepada-Nya (Taubat)' di Masjid Al Hidayah Lapas Perempuan Palangka Raya," kata Ketua PkM Lilik Kholisotin MPdI di Palangka Raya, Senin.

Dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), FAI UMPR, ini menerangkan, pelaksanaan program tersebut juga didukung Bidang Kerohanian Lapas Perempuan dan didampingi Penyuluh Agama Islam Kemenag Jekan Raya, Mujibah serta beberapa mahasiswa PGMI.

"Sebanyak 225 narapidana perempuan mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias," kata Lilik.

Dia menerangkan, kegiatan pembinaan ini berangkat dari pemahaman bahwa setiap manusia memiliki masa lalu, namun setiap manusia juga memiliki kesempatan tak terbatas untuk memperbaiki diri.

Banyak narapidana perempuan menjalani hukuman karena tekanan hidup, pengalaman kekerasan dalam rumah tangga, kondisi ekonomi yang sulit, hingga pengaruh lingkungan.

"Hal ini sering membuat mereka kehilangan kepercayaan diri dan merasa jauh dari kasih sayang Allah," katanya.

Padahal, lanjut dia, Islam mengajarkan bahwa tidak ada seorang pun yang terlepas dari kesalahan dan Allah selalu membuka pintu taubat seluas-luasnya bagi siapa yang ingin kembali.

Materi yang disampaikan menekankan bahwa pintu taubat selalu terbuka, sebagaimana dalam Surah Az-Zumar ayat 53 yang mengingatkan agar manusia tidak berputus asa dari rahmat Allah.

Disampaikan pula bahwa ujian adalah bentuk kasih sayang Allah, karena melalui ujian seseorang belajar untuk bangkit dan memperkuat ketakwaan.

Peserta diingatkan bahwa masa lalu bukan untuk diratapi selamanya, tetapi menjadi pelajaran berharga untuk memulai perubahan. Perubahan tersebut dapat dimulai dari hal-hal sederhana seperti menjaga salat lima waktu, memperbaiki lisan, memperbaiki hubungan dengan sesama, hingga melakukan muhasabah diri.

Hadis Nabi juga mengingatkan bahwa Allah tidak melihat rupa dan harta manusia, tetapi melihat hati dan amalnya.

"Melalui kegiatan ini, para narapidana perempuan diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran diri, memperkuat spiritualitas dan keimanan, membangun kembali kepercayaan diri, memperbaiki akhlak, serta mencegah pengulangan tindakan yang sama setelah kembali kepada masyarakat," katanya.

Akademisi UMPR-mahasiswa FAI Perkuat spiritualitas napi perempuan (ANTARA/HO-UMPR)

Seluruh materi disampaikan secara menyentuh dan penuh motivasi, sehingga banyak peserta yang terbawa suasana haru dan merasa kembali memiliki harapan.

Lilik pun menyampaikan rasa syukurnya karena kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.

“Kegiatan ini bukan hanya ceramah, tetapi bentuk kepedulian kami untuk menemani saudari-saudari kita menemukan kembali martabat dan harapan mereka. Allah mencintai hamba yang mau kembali, dan kami ingin menjadi bagian kecil dari proses itu,” ujarnya.

PkM ini mendapat apresiasi dari pihak lapas dan menjadi bagian penting dalam penguatan mental, spiritual, dan karakter narapidana perempuan.

"Melalui kegiatan seperti ini, kami dari UMPR terus menunjukkan komitmennya dalam membangun masyarakat melalui pendekatan edukatif dan spiritual yang penuh kasih," kata Lilik.

Baca juga: Mahasiswa FKIP UMPR KKN latih optimalisasi pengunaan medsos bagi siswa SMA

Baca juga: Tim Dosen UMPR perkuat mitigasi kebakaran lahan bagi warga

Baca juga: Dosen FISIPOL UMPR sosialisasi perlindungan-klaim Jasa Raharja untuk driver



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026