Logo Header Antaranews Kalteng

Fadli Zon: Angklung simbol keberagaman dan harmoni budaya Indonesia

Minggu, 21 Desember 2025 14:58 WIB
Image Print
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon, saat temu media di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Minggu (21/12/2025). (ANTARA/Sri Dewi Larasati)

Bali (ANTARA) - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengatakan bahwa angklung merupakan bukti dari keragaman budaya Indonesia yang terus diwariskan secara turun-temurun.

Ia juga menegaskan bahwa menciptakan ekosistem seni angklung sama pentingnya dengan memeliharanya secara berkelanjutan.

“Selain alat musik gamelan dan kolintang, angklung juga sudah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Saat ini, angklung sudah mulai mendunia dan banyak dimainkan di berbagai tempat, misalnya di dalam selebrasi atau perayaan hubungan diplomatik Indonesia dengan negara-negara lain. Bisa dibilang, angklung adalah satu instrumen yang sudah semakin dikenal di panggung internasional,” ujar Menbud dalam keterangan yang diterima di Bali, Minggu.

Lebihjauh, Fadli menerangkan bahwa seni bambu merupakan salah satu warisan budaya Sunda yang luar biasa kaya. Apabila pemanfaatan dan pengembangannya dilakukan secara maksimal.

MenbudFadli optimistis seni bambu dapat menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan industri budaya (Cultural and Creative Industry/CCI).

“Di masa lalu, nenek moyang kita banyak menggunakan bambu sebagai material untuk kehidupan sehari-hari. Bambu bahkan menjadi alat untuk merekam dan mencatat manuskrip di bambu. Bambu juga punya fungsi bermacam-macam, seperti menyimpan air, menahan longsor, dan sebagainya. Kearifan lokal dan khazanah inilah yang perlu kita rawat dan ke depannya kita jadikan sumber ekonomi budaya,” jelasnya.

Fadliturut mengapresiasi para guru seni budaya wilayah Bogor yang telah hadir dalam seminar dan lokakarya untuk mewariskan ilmu seni kepada murid didik.

Workshopdan seminar bambu “Warisan Hidup, Kreasi Berkelanjutan” merupakan inisiasi Direktorat Sarana dan Prasarana Kebudayaan bersama Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX yang berlangsung pada tanggal 18-20 Desember 2025 yang menghadirkan pameran produk workshop dan resital orkestra angklung oleh 100 lebih peserta guru seni dari wilayah Kabupaten dan Kota Bogor.


Fadli berharap generasi muda dapat melahirkan inovasi baru sekaligus meneruskan pelestarian seni bambu.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026