
DPRD Kotim minta pengelola wisata dan orang tua perketat pengawasan

Sampit (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua dan pengelola tempat wisata agar memperketat pengawasan dan waspada saat berkunjung ke tempat wisata.
“Dengan adanya insiden baru-baru ini kami mengimbau para orang tua yang berekreasi bersama putra-putrinya untuk selalu waspada dan kepada pengelola tempat wisata agar terus mengingatkan para pengunjungnya,” kata Wakil Komisi III DPRD Kotim Riskon Fabiansyah di Sampit, Jumat.
Hal ini ia sampaikan menyoroti insiden seorang anak tenggelam saat berwisata di sebuah wahana air di Sampit. Insiden ini menjadi perhatian publik karena terjadi di tengah ramainya arus kunjungan wisatawan lokal yang memanfaatkan waktu libur bersama keluarga.
Riskon menyatakan turut prihatin dan berduka atas insiden tersebut. Ia pun turut mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan untuk keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan.
Namun, berkaca dari musibah tersebut, ia meminta semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di masa libur panjang.
Baca juga: Sempat anjlok, harga rotan di Kotim kembali naik imbas musim durian
Riskon menekankan bahwa keselamatan anak saat berada di lokasi wisata yang memiliki risiko tinggi, seperti wahana air, merupakan tanggung jawab utama orang tua. Ia meminta agar para orang tua tidak lengah sedikitpun saat mendampingi putra-putrinya.
“Terutama saat berkunjung ke tempat wisata yang berisiko, maka orang tua harus selalu waspada dan tidak teledor. Jangan sampai hal-hal yang tidak kita inginkan kembali terjadi," tegasnya.
Selain kepada pengunjung, Riskon juga memberikan instruksi tegas kepada pengelola tempat rekreasi. Mengingat momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) biasanya membuat objek wisata dipadati pengunjung, standar pengamanan harus ditingkatkan secara berkala.
Ia meminta pengelola agar aktif melakukan hal-hal berikut, mengingatkan pengunjung secara rutin melalui pengeras suara, memastikan petugas pengawas (lifeguard) bersiaga di titik-titik rawan dan memperhatikan keselamatan seluruh tamu tanpa terkecuali.
“Kami meminta pihak pengelola selalu mengingatkan pengunjung untuk memperhatikan sanak keluarganya. Mudah-mudahan kejadian serupa tidak terjadi lagi di momentum pergantian tahun dan liburan Nataru ini,” demikian Riskon.
Baca juga: Seorang anak di Sampit tenggelam saat berwisata
Baca juga: Diskominfo Kotim perkuat silaturahim sekaligus promosikan Wisata Durian Jemaras
Baca juga: Pemkab Kotim sambut pergantian tahun dengan doa dan refleksi diri
Pewarta : Devita Maulina
Editor:
Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
