
Pimpin DPKP Kotim, Yephi usung penerapan digitalisasi bidang pertanian

Sampit (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah resmi memulai transisi kepemimpinan dengan dilantiknya Yephi Hartady Periyanto yang berkomitmen membawa kemajuan melalui digitalisasi di sektor pertanian dan ketahanan pangan.
“Hari ini kami telah melaksanakan serah terima jabatan Kepala DPKP Kotim guna menindaklanjuti pelantikan oleh Bupati Kotim pada Jumat kemarin. Dengan ini, kami berharap DPKP bisa menunjukkan kinerja yang lebih baik lagi,” kata Penjabat Sekretaris Daerah Kotim Umar Kaderi di Sampit, Senin.
Hal ini ia sampaikan usai memimpin acara serah terima jabatan dan aset dari Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPKP Kotim sebelumnya Permata Fitri kepada pejabat definitif Kepala DPKP Kotim yang baru Yephi Hartady Periyanto di aula dinas setempat.
Umar Kaderi menyebut, bahwa serah terima jabatan ini merupakan momentum krusial. Mengingat sektor pertanian kini menjadi tulang punggung dalam program strategis nasional yang dicanangkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Program pangan ini adalah program strategis nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kita harus bisa mem-backup ketahanan pangan di Kotim, dan alhamdulillah daerah kita sampai saat ini sudah surplus beras,” ujarnya
Umar mengingatkan bahwa beban berat menanti jajaran DPKP untuk mempertahankan status surplus tersebut. Sinergi antara pejabat baru dan tim internal sangat diharapkan agar posisi Kotim tetap menjadi lumbung pangan di Kalimantan Tengah.
Baca juga: Pemkab Kotim tegaskan dukung penuh program strategis nasional
Sementara itu, Kepala DPKP Kotim yang baru, Yephi Hartady Periyanto mengaku optimis dan bersyukur karena di awal jabatannya DPKP Kotim telah meraih capaian yang luar biasa, yakni swasembada pangan. Namun demikian, tidak ingin terjebak dalam zona nyaman.
Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Kotim ini mematok ekspektasi yang lebih tinggi untuk periode kepemimpinannya.
“Suatu kelegaan bagi saya, di titik awal ini Kotim sudah swasembada pangan. Artinya sudah ada gambaran terkait kondisi kita saat ini. Namun saya tidak mau cepat merasa cukup. Harapannya nanti banyak lagi yang bisa kami lakukan, pembenahan juga tetap kami lakukan,” tuturnya.
Dalam masa jabatannya, Yephi akan fokus pada tiga pilar utama, yakni digitalisasi, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, dan penataan ulang internal.
Ia menilai penggunaan cara-cara standar atau manual sudah saatnya ditingkatkan melalui digitalisasi sehingga produktivitas atau capaian kinerja bisa lebih ditingkatkan, termasuk dalam hal memperluas pemasaran.
“Peningkatan kinerja kita sebenarnya dengan digitalisasi bisa lebih ditingkatkan. Dari manual ke digital produktivitas harusnya lebih tinggi, termasuk memperluas jangkauan pemasaran produk pertanian kita,” ujarnya.
Salah satu yang menjadi sorotannya pada tahap awal ini adalah mengenai serapan hasil pertanian, khususnya beras.
Informasi yang ia terima, hasil panen padi dari para petani saat ini rata-rata sudah ada di Bulog, artinya distribusinya tergolong lancar dan ini bisa meminimalkan kendala di tingkat petani, seperti hasil panen tidak terjual dan harga yang jatuh.
Namun, yang perlu dipikirkan selanjutnya adalah membantu Bulog memasarkan padi atau beras yang sudah diserap tersebut agar tidak tersimpan terlalu lama dan berpotensi terjadi penurunan kualitasnya.
Untuk itu, ia merencanakan untuk menjajaki pasar luar Kotim. Sebab, ia melihat peluang besar untuk memasok kebutuhan pangan bagi wilayah kabupaten tetangga, seperti Seruyan yang belum mencapai titik swasembada pangan.
“Kalau swasembada itu tentang bikin kenyang diri sendiri, memang iya sudah tercapai. Tapi setelah itu apa, bisa tidak kita kasih makan orang lain? Inilah yang menjadi semangat kami kedepannya,” pungkasnya.
Baca juga: Dinkes Kotim perluas jangkauan CKG kejar target 46 persen
Sekretaris DPKP Kotim yang sebelumnya menjabat Pelaksana Tugas Kepala DPKP, Permata Fitri memaparkan secara detail kekuatan personel yang mencapai 100 orang lebih. Kekuatan ini terdiri dari 68 ASN dan PPPK, 25 PPPK paruh waktu, serta tenaga outsourcing sebagai perawat ternak.
Permata juga merincikan lima UPTD yang menjadi pilar operasional dinas. Mulai dari Balai Produksi Tanaman Pangan, Balai Produksi Benih Tanaman Perkebunan, hingga UPTD Rumah Potong Hewan dan Pembibitan Ternak.
“Satu lagi adalah UPTD pelaksana penyuluhan pertanian. Sejak Inpres Nomor 3 Tahun 2020, fungsi penyuluhan lebih banyak dilakukan kementerian, namun di daerah tetap ada dan mungkin perlu dievaluasi oleh Kadis,” tutur Fitri.
Pemaparan ini diharapkan dapat membantu Kepala DPKP Kotim untuk cepat beradaptasi di lingkungan yang baru.
Fitri juga menegaskan komitmen seluruh staf untuk berkolaborasi demi pencapaian target daerah. Ia memastikan jajarannya siap membantu dan mendukung Kepala DPKP yang baru sejauh pelaksanaan kegiatan tidak menyimpang dari aturan.
“Kami siap mendukung dan membantu Kadis dalam rangka mensukseskan apapun juga yang menjadi tujuan kita baik secara nasional, provinsi maupun kabupaten,” demikian Fitri.
Baca juga: BKPSDM Kotim tegaskan ASN pelaku penganiayaan bakal kena sanksi disiplin
Baca juga: Solidaritas antardaerah, Kotim salurkan bantuan korban kebakaran di Katingan
Baca juga: Pemkab Kotim gencarkan Budikdamber dukung ketahanan pangan
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
