Logo Header Antaranews Kalteng

Pemkot Palangka Raya ingatkan petani antisipasi potensi banjir kiriman

Selasa, 30 September 2025 12:23 WIB
Image Print
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palangka Raya, Sugianto di Palangka Raya, Selasa (30/9/2025). (ANTARA/Rendhik Andika)

Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) mengingatkan para petani setempat agar mewaspadai potensi banjir kiriman yang dapat berdampak pada lahan pertanian di sejumlah wilayah, khususnya di kawasan bantaran sungai dan lahan hortikultura di kawasan dataran rendah.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palangka Raya, Sugianto, di Palangka Raya, Selasa mengatakan pemerintah kota telah menyiapkan langkah antisipasi bersama kelompok tani untuk menghadapi curah hujan tinggi yang berpotensi menyebabkan genangan hingga banjir kiriman.

“Persiapan lahan sangat krusial, termasuk memperbaiki guludan, saluran air, dan menggunakan varietas tanaman yang lebih tahan air. Selain itu, pola tanam yang sesuai dengan kondisi musim hujan harus diterapkan agar hasil panen tetap terjaga,” katanya.

Menurut dia, saat ini wilayah Kalampangan, Sebangau, serta sebagian Pahandut dan sejumlah wilayah yang dialiri Sungai Kahayan, Sungai Rungan dan Sungai Sabangau menjadi kawasan yang cukup rawan terendam banjir kiriman.

"Karena itu, petani di wilayah tersebut diminta lebih berhati-hati dalam menentukan pola tanam dan jenis tanaman yang ditanam," katanya.

Sugianto menambahkan, pemerintah telah melakukan sosialisasi kepada petani sejak awal September sebagai persiapan musim tanam periode Oktober–Maret.

Dengan pola tersebut, diharapkan tanaman sudah mulai panen pada November–Desember sehingga risiko gagal panen akibat banjir dapat ditekan.

“Jika terjadi hujan deras atau banjir kiriman, diharapkan tanaman sudah memasuki masa panen sehingga kerugian petani bisa diminimalisir,” ujarnya.

Baca juga: DPRD Palangka Raya minta warga waspada cuaca ekstrem

Ia menekankan pentingnya sistem drainase yang baik agar lahan tetap gembur, bebas dari hama, serta tidak mudah tergenang. Dengan dukungan teknis dan kesiapan petani, produksi pertanian di Palangka Raya diharapkan tetap stabil meski menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya juga mengingatkan warga di sepanjang bantaran sungai mewaspadai potensi banjir kiriman yang sampai saat ini masih mengancam.

"Pemantauan ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap potensi banjir, seiring meningkatnya debit air di Daerah Aliran Sungai atau DAS. Dari pantauan Tim, debit air mengalami kenaikan berkisar 10 sampai 15 cm,” kata Analis Kebencanaan, BPBD Kota Palangka Raya, Balap Sipet.

Dia mengatakan, kenaikan debit air sungai berdasarkan pantauan di sejumlah titik di Kelurahan Pahandut, Palangka, dan Kelurahan Bereng Bengkel.

Menurut Balap, salah satu penyebab meningkatnya debit air tersebut adalah adanya intensitas curah hujan tinggi di wilayah kabupaten tetangga yang menjadi daerah hulu Sungai Kahayan dan Sungai Rungan yang melintasi Kota Palangka Raya.

“Selain akibat terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, mulai naiknya debit air sungai juga disebabkan oleh kiriman dari daerah hulu yaitu dari hulu DAS Kahayan,” terang Balap.

Tim BPBD Palangka Raya juga melakukan edukasi kepada masyarakat di kawasan DAS, untuk selalu waspada terhadap potensi banjir yang timbul akibat naiknya debit air sungai.

Baca juga: DPRD apresiasi upaya Pemkot Palangka Raya jamin ketersediaan kebutuhan pokok

Baca juga: Produksi udang vaname di Kabupaten Sukamara capai 385.963 ton

Baca juga: Polda Kalteng sukses panen 131,92 ton jagung



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026