
Pemkab Kotim optimistis tuntaskan cetak sawah 733 hektare dalam tiga bulan

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah optimistis mampu menuntaskan proyek cetak sawah seluas 733 hektare yang ditargetkan selesai dalam waktu tiga bulan dengan menggandeng Kodim 1015/Sampit.
“Target cetak sawah pada 2025 lalu seluas 4.261 hektare, terdapat konstruksi batal seluas 871 hektare dan yang sudah terealisasi 1.401 hektare. Dari sisanya itu, seluas 733 hektare akan dikerjakan Kodim 1015/Sampit,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim Permata Fitri di Sampit, Rabu.
Ia menjelaskan, pada program cetak sawah pada 2025 lalu Kotim ditargetkan oleh pusat untuk menyelesaikan lahan seluas 4.261 hektare, namun yang terealisasi baru 1.401 hektare hingga 31 Desember 2025.
Realisasi penyelesaian cetak sawah tersebut merupakan hasil kerjasama dengan pihak penyedia melalui satuan kerja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah.
Sementara, sebagian lokasi tidak dapat diselesaikan karena keterbatasan waktu pelaksanaan. Oleh karena itu, sisa pekerjaan dilanjutkan menggunakan skema RPATA, yang memungkinkan pekerjaan cetak sawah dilanjutkan oleh Kodim 1015/Sampit.
“Skema ini memungkinkan Kodim melanjutkan pengolahan lahan yang yang sama sekali belum dikerjakan maupun lokasi yang sudah dikerjakan tetapi belum tuntas karena keterbatasan waktu penyedia,” jelasnya.
Baca juga: Kejati Kalteng panggil komisioner, bendahara hingga sekretaris KPU Kotim
Fitri melanjutkan, proyek cetak sawah oleh Kodim 1015/Sampit dimulai sejak 1 Januari hingga akhir Maret 2026 ini fokus pada lahan yang paling potensial.
Mengingat waktu pelaksanaan yang relatif singkat, Kodim bersama tim DPKP Kotim melakukan pengecekan lapangan secara menyeluruh untuk memastikan lokasi yang benar-benar memungkinkan diselesaikan tepat waktu.
Hasil survei lapangan memastikan hanya 733 hektare yang realistis untuk dituntaskan tepat waktu agar hasilnya maksimal.
“Area pengerjaan mencakup delapan desa yang tersebar di Kecamatan Pulau Hanaut, Seranau, dan Telaga Antang. Lokasi ini dipilih berdasarkan hasil rapat bersama Kementerian Pertanian dan tim ahli dari Universitas Jember,” bebernya.
Demi menjaga kualitas, pengawasan proyek dilakukan oleh Dinas TPHP Provinsi Kalteng dengan menggandeng Politeknik Tanah Laut. Langkah ini diambil agar pengerjaan tetap sesuai standar meski dikejar tenggat waktu yang singkat.
Terkait sisa target sekitar 1.256 hektare yang belum terakomodasi, pihak DPKP Kotim masih menunggu arahan lebih lanjut.
“Mekanisme pengerjaan tahap berikutnya akan bergantung pada kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan saat ini kami masih menunggu kebijakan dari provinsi,” demikian Fitri.
Baca juga: UKPBJ Kotim bertekad capai predikat Pusat Keunggulan
Baca juga: Keseruan sepak sawut, olahraga ekstrem masyarakat Dayak
Baca juga: Bukit Santuai fokus perbaikan jalan untuk percepat pemerataan listrik
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
