
Warga Pulang Pisau temukan mayat pria tersangkut di titian

Pulang Pisau (ANTARA) - Kapolres Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah AKBP Iqbal Sengaji melalui Kapolsek Kahayan Hilir AKP Ibnu Khaldun membenarkan ditemukannya seorang mayat pria dalam keadaan terlungkup dan tersangkut di titian jembatan Handel Mahikei Kelurahan Kalawa, Kecamatan Kahayan Hilir.
“Belum diketahui identitas resminya dikarenakan tidak ditemukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di lokasi kejadian. Korban dikenal warga setempat dengan sebutan Bapak Aging (70) yang bekerja sebagai penjaga kebun,” kata Ibnu Khaldun di Pulang Pisau, Senin.
Ia mengatakan korban ditemukan oleh warga setempat sekitar Pukul 07.00. Warga tersebut langsung melaporkan ke pihak kelurahan dan aparat setempat dan korban langsung dievakuasi oleh petugas Polsek Kahayan Hilir, tim INAFIS bersama warga setempat untuk dilakukan visum untuk mengetahui penyebab kematian korban.
"Kami langsung turun ke lokasi untuk segera mengevakuasi korban dan di bawa ke RSUD Pulang Pisau," paparnya.
Ibnu Khaldun menyebutkan, setelah dibawa ke RSUD Pulang Pisau diketahui korban tidak memiliki keluarga yang tinggal di Kelurahan Kalawa. Ia menyampaikan setelah dilakukan penelusuran, pihaknya berhasil menghubungi pihak keluarga korban yang berada di Kota Palangka Raya.
"Kami terus melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut,” kata Ibnu Khaldun.
Baca juga: Bupati Pulang Pisau lantik 87 pejabat perkuat birokrasi dan pelayanan perangkat daerah
Ia menambahkan jenazah korban nantinya diserahkan kepada pihak keluarga dan rencananya dibawa ke Kota Palangka Raya untuk proses pemakaman.
Terkait informasi yang didapatkan dari warga setempat menyebutkan korban berasal dari Desa Anjir Kabupaten Pulang Pisau. Ibnu Khaldun menegaskan pihaknya masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan tempat asal korban.
Menanggapi dugaan penyebab kematian korban Ibnu Khaldun menerangkan pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah korban meninggal dunia akibat terpeleset atau penyebab lainnya.
“Kami belum bisa menyimpulkan untuk penyebab karena masih kami selidiki lagi dengan memintai keterangan dari saksi-saksi,” demikian Ibnu Khaldun.
Baca juga: Panen raya demplot PT Pupuk Indonesia dorong produktivitas pertanian Pulang Pisau
Baca juga: PLTU Pulang Pisau manfaatkan FABA untuk tiga kebutuhan utama
Baca juga: DPRD Pulang Pisau soroti pencabutan PBI BPJS Kesehatan beratkan masyarakat
Pewarta : Adi Waskito/Dita Marsena
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
