Logo Header Antaranews Kalteng

Kebocoran data 12 juta rekening bank di Prancis terjadi akibat aksi peretasan

Kamis, 19 Februari 2026 18:47 WIB
Image Print
Ilustrasi perlindungan data pribadi di era teknologi informasi. (Admin)

Paris (ANTARA) - Kementerian Ekonomi dan Keuangan Prancis pada Rabu (18/2) mengatakan basis data nasional rekening bank, yang berisi informasi tentang sekitar 1,2 juta rekening, telah diakses secara ilegal.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian tersebut mengatakan investigasi oleh Direktorat Jenderal Keuangan Publik menemukan bahwa sejak akhir Januari lalu, seorang "pelaku kejahatan" telah menggunakan kredensial curian milik seorang pejabat untuk mengakses sebagian dari basis data nasional.

Basis data rekening bank nasional tersebut memuat semua rekening bank yang dibuka di lembaga keuangan di Prancis serta mencantumkan data pribadi, termasuk detail bank, identitas pemilik rekening, alamat, dan, dalam kasus tertentu, nomor identifikasi pajak pengguna.

Setelah pembobolan tersebut terdeteksi, pihak berwenang segera menerapkan langkah-langkah untuk membatasi akses, menghentikan penyusupan, membatasi jumlah data yang diakses atau diambil, dan mencegah akses tanpa izin lebih lanjut, kata kementerian tersebut.

Pihak berwenang telah menginformasikan kepada lembaga-lembaga perbankan tentang insiden ini dan mendorong mereka menyarankan kepada para nasabah agar meningkatkan kewaspadaan, imbuh kementerian tersebut.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026