
Bupati Kobar tinjau sekolah dan SPPG demi memastikan program MBG berjalan lancar

Pangkalan Bun (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Nurhidayah melakukan peninjauan dan monitoring ke sejumlah sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sebagai upaya memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah setempat berjalan secara baik dan lancar.
"Monitoring ini sebagai upaya kita dalam mengevaluasi terhadap berjalannya SPPG di Kobar, dengan penerima manfaat yaitu sasarannya peserta didik dan 3B (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui)," kata Nurhidayah di Pangkalan Bun, Kamis.
Dalam kegiatan tersebut pihaknya melaksanakan pemantauan langsung ke TK Negeri Pembina Arut Selatan, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 7 Madurejo sebagai lokasi penerima manfaat, dan SPPG Kelurahan Madurejo.
"Di SPPG Kelurahan Madurejo tersebut terdapat tujuh sekolah yang di distribusikan setiap harinya, dengan jumlah sasaran 1.800 siswa dan siswi," kata Nurhidayah.
Orang nomor satu di lingkup Pemkab Kobar ini pun mengatakan, pendistribusian MBG pada bulan Ramadhan ini sedikit berbeda di bandingkan dengan pendistribusian sebelum ramadhan.
"Karena sebelum ramadhan itu yang di distribusikan berupa makanan yang bisa langsung di konsumsi oleh penerim, sementara untuk di bulan ramadhan ini berupa makanan yang siap saji," ucapnya.
Nurhidayah menyampaikan, sebagai bahan evaluasi kepada penyedia atau SPPG di wilayah Kotawaringin Barat yaitu perlu adanya penyamaan persepsi terhadap keluhan masalah nilai MBG.
"Tadi sudah kita pertanyakan terkait nilai MBG Rp15.000 per porsinya, sebenarnya ini ada dua kategori, untuk skala kecil itu untuk bahannya Rp 8000 dan yang besar itu harga Rp 10.000," disampaikannya.
Baca juga: Bupati Kobar turun ke pasar pantau ketersediaan bahan pokok jelang Lebaran
Lanjutnya, kemudian itu ada sisa yaitu untuk Rp 3000 itu untuk biaya pembelian operasional seperti Alat Pelindung Diri (APD), serta untuk yang Rp 2000 untuk keuntungan insentif dari mitra atau biaya sewanya.
Dia mengungkapkan, selain penyampaian persepsi nilai MBG, menu makanan MBG yang di distribusikan juga menjadi bahan evaluasi saat ini. Sebab, anak-anak kadang ada yang tidak suka ini atau tidak suka itu, sehingga setiap harinya menu MBG ini berganti.
"Jadi tidak monoton dan sesuai dengan selera anak-anak, sehingga program MBG di kobar berjalan aman dan lancar," demikian Nurhidayah.
Baca juga: Penerbangan baru Wings Air Pangkalan Bun - Sampit dan Ketapang resmi dibuka
Baca juga: Pemkab Kobar tekan inflasi jelang Idul Fitri melalui operasi pasar murah
Baca juga: Polres Kobar lakukan pendekatan humanis meminimalisir penjarahan sawit
Pewarta : Safitri RA
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
