Logo Header Antaranews Kalteng

Pelindo fokus kelancaran arus pemudik di Pelabuhan Sampit

Sabtu, 14 Maret 2026 15:36 WIB
Image Print
Manager Terminal Pelayanan Terminal Pelabuhan Sampit, Tri Purbo Waluyojati memimpin silaturahim buka puasa bersama sekaligus pertemuan membahas persiapan penyelenggaraan angkutan Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di Pelabuhan Sampit, Jumat malam (13/3/2026). ANTARA/Norjani

Sampit (ANTARA) - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sampit berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi kelancaran arus pemudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di Pelabuhan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

"Fokus kita menjaga aliran penumpang ke kapal agar tidak sampai macet. Kami minta dukungan semua pihak terkait. Kita bersama-sama menyukseskan angkutan Lebaran ini," kata Manager Terminal Pelayanan Terminal Pelabuhan Sampit, Tri Purbo Waluyojati di Sampit, Jumat malam.

Harapan itu disampaikan Try saat pertemuan silaturahim sekaligus buka puasa bersama dengan mitra kerja. Hadir di antaranya perwakilan PT Pelni, PT Dharma Lautan Utama, TNI AL dan lainnya.

Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dibukanya secara serentak Posko Terpadu Angkutan Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah oleh Kementerian Perhubungan. Semua posko, termasuk yang berada di Pelabuhan Sampit dioperasikan selama 18 hari, terhitung mulai 13 hingga 30 Maret 2026.

Berbagai masalah dibahas dalam pertemuan tersebut untuk disikapi bersama dan dilakukan antisipasi sejak dini untuk mencegah tidak diinginkan yang dapat mengganggu penyelenggaraan angkutan Lebaran.

Seiring meningkatnya pemudik, Pelindo sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur. Saat ada jadwal keberangkatan kapal, jalan di depan terminal penumpang akan ditutup sementara demi kelancaran arus penumpang masuk ke pelabuhan hingga kapal berangkat.

Baca juga: Pemkab Kotim intensifkan pemeriksaan bus di Terminal Patih Rumbih jelang Lebaran

Kemungkinan terjadinya situasi di luar dugaan, seperti adanya calon penumpang yang tidak mendapatkan tiket, maka disepakati akan difasilitasi dibantu, sepanjang kapasitas masih mencukupi sesuai ketentuan.

"Kita bersama juga mengantisipasi hal lain dengan mengunci pagar dermaga untuk mencegah orang yang tidak berkepentingan atau penumpang gelap masuk," demikian Try.

Sementara itu Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit, Hotman Siagian mengatakan, sebanyak 12 jadwal keberangkatan kapal atau call disiapkan untuk melayani rute Pelabuhan Sampit menuju Semarang dan Surabaya, maupun sebaliknya, guna menjamin kelancaran arus mudik dan balik.

Kementerian Perhubungan tidak ada memberikan penambahan armada lagi, melainkan hanya menambah kapasitas penumpang dengan melewati dispensasi sekitar 60 persen.

Dengan penambahan kapasitas ini diharapkan bisa menjadi solusi terkait kepadatan penumpang pada arus mudik maupun arus balik. Adapun, apabila ada calon penumpang yang tidak kebagian tiket, pihaknya menyarankan agar yang bersangkutan bisa mencari pelabuhan alternatif untuk mudik.

Berdasarkan evaluasi tahun 2025, jumlah penumpang naik mencapai 10.551 orang dan turun 5.285 orang. Pada 2026 ini, angka tersebut diproyeksikan melonjak hingga 11.606 penumpang naik dan 5.813 penumpang turun, atau naik sekitar 10 persen.

"Kami juga sudah melakukan ramp check atau pemeriksaan armada yang hasilnya dinyatakan laik laut, karena sudah mengikuti tahapan pemeriksaan dari aspek keamanan dan keselamatan oleh KSOP atau unit penyelenggara pelabuhan di manapun berada di wilayah Pelabuhan Negara Republik Indonesia,” demikian Hotman Siagian.

Baca juga: Pemudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit diprediksi naik 10 persen

Baca juga: Orado Kotim jaring atlet domino terbaik wakili daerah

Baca juga: Pemkab Kotim pastikan layanan kesehatan tetap siaga selama cuti Lebaran



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026