
OJK Kalteng perkuat sinergi TPAKD untuk perluas akses keuangan daerah

Muara Teweh (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan pentingnya penguatan sinergi antar pemangku kepentingan dalam memperluas akses keuangan daerah pada kegiatan rapat koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Wilayah Timur Semester I Tahun 2026.
"Forum TPAKD merupakan wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor perbankan, dan mitra strategis lainnya dalam mendorong inklusi keuangan di daerah," kata Deputi Kepala OJK Kalteng Andrianto Suhada di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Selasa.
Menurut dia, forum ini sangat penting untuk menyusun dan mengoptimalkan program-program ke depan, sekaligus mempererat kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mendorong akses keuangan yang lebih luas.
Literasi dan inklusi keuangan kini, kata dia, telah menjadi agenda global. Berdasarkan kajian United Nations, inklusi keuangan memiliki keterkaitan erat dengan 13 dari 17 tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), termasuk pengentasan kemiskinan, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, hingga pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, berbagai forum internasional seperti G20, APEC, OECD, World Bank, IMF, serta ASEAN juga menempatkan inklusi keuangan sebagai prioritas utama pembangunan.
"TPAKD memiliki peran strategis sebagai penggerak utama dalam memperluas akses keuangan di daerah. Saat ini, TPAKD telah terbentuk di seluruh Indonesia, mencakup 38 provinsi dan lebih dari 500 kabupaten/kota," kata dia.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penyelarasan program TPAKD dengan kebijakan nasional dan daerah, agar pelaksanaannya lebih terarah dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Salah satu instrumen yang menjadi acuan adalah Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD), yang mengukur tingkat akses keuangan berdasarkan tiga dimensi utama, yakni penggunaan, ketersediaan, dan kedalaman layanan keuangan.
“Indeks ini menjadi dasar penting dalam perumusan kebijakan serta evaluasi program di daerah,” jelasnya.
Andrianto juga mengungkapkan pada 2025, berbagai program TPAKD telah menunjukkan hasil positif, khususnya dalam peningkatan akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dan berbagai produk keuangan lainnya.
Ia berharap melalui kegiatan ini dapat terjalin sinergi yang lebih kuat antar pemangku kepentingan, tersusunnya program kerja yang tepat sasaran, serta meningkatnya akses keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Andrianto Suhada.
Baca juga: Bupati Barut ingatkan Dinas PUPR perkuat koordinasi dan bekerja sesuai prosedur
Baca juga: Kadistan Barito Utara berikan apresiasi tiga ASN purna tugas
Baca juga: Anggota DPRD Barut minta tower terancam longsor di Sikui ditangani
Pewarta : Kasriadi
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
