
Sekda Sukamara dorong budaya inovasi daerah untuk tingkatkan pelayanan publik

Sukamara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah terus memperkuat budaya inovasi di berbagai sektor pemerintahan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
“Inovasi merupakan upaya peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah, di mana pemerintah daerah dapat melakukan strategi dalam penyelesaian masalahnya," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Sukamara, Suhadi di Sukamara, Rabu.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Pengukuran dan Penilaian Indeks Inovasi Daerah dalam rangka Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Suhadi menegaskan bahwa inovasi daerah menjadi bagian penting dalam meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan, sekaligus solusi terhadap berbagai persoalan di daerah.
Ia menjelaskan, inovasi tidak hanya dilakukan dalam tata kelola pemerintahan, tetapi juga menyasar pelayanan publik hingga inovasi yang berkembang di tengah masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Sukamara berkomitmen untuk mendorong dan membangun budaya inovasi di berbagai sektor yang diharapkan dapat memberikan multiplier effect terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Baca juga: Sukamara kirim 94 peserta ke Festival Budaya Isen Mulang 2026
Suhadi juga menyampaikan budaya inovasi di Kabupaten Sukamara dibangun dengan semangat kolaborasi melalui dukungan pemerintah daerah berupa fasilitasi, asistensi, supervisi dan edukasi kepada para inovator.
Dalam kesempatan itu, ia memaparkan capaian Kabupaten Sukamara pada ajang Innovative Government Award (IGA) Tahun 2025. Kabupaten Sukamara berhasil meraih nilai indeks inovasi sebesar 48,20 dan menempati posisi keenam kategori kabupaten inovatif se-Kalimantan Tengah.
“Inovasi daerah pada hakikatnya ditujukan untuk mendukung peningkatan kinerja pemerintah daerah dan pelayanan publik yang prima dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Selain membahas inovasi daerah, kegiatan tersebut juga menyoroti upaya penanganan stunting melalui penguatan koordinasi lintas sektor. Pemerintah daerah menekankan pentingnya pendampingan bagi remaja putri, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita usia 0–23 bulan guna menekan kasus stunting baru di Kabupaten Sukamara.
“Diperlukan langkah konkret dan intervensi yang tepat serta penguatan peran seluruh sektor terkait dalam penanggulangan stunting di Kabupaten Sukamara,” tutup Suhadi.
Baca juga: Wabup Sukamara tekankan pencegahan stunting jadi prioritas bersama
Baca juga: Bupati Sukamara minta PNS baru lebih bersemangat menjalankan tugas
Baca juga: Bupati Sukamara raih penghargaan terbaik pertama pengendalian inflasi Regional Kalimantan
Pewarta : Donefrid Lalang
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
