Logo Header Antaranews Kalteng

Inovasi AI dorong pertumbuhan ekosistem kehidupan pintar di China

Senin, 1 Juni 2026 22:35 WIB
Image Print
Ilustrasi - Seorang teknisi bekerja merancang robot yang berbasis teknologi AI (Artificial Intelligence). ANTARA/Xinhua/aa.

Tianjin (ANTARA) - Pada ajang World Intelligence Expo 2026 di Kota Tianjin, China utara, sebuah cermin pintar dapat langsung menampilkan gambaran kondisi kesehatan seseorang, lengan robot dengan cekatan menyiapkan crepe China yang lezat, sementara sebuah robot bermain Go dan bercerita kepada anak-anak, menunjukkan bahwa teknologi yang dahulu hanya ada dalam fiksi ilmiah kini semakin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di China.

Pameran yang berakhir pada Minggu (31/5) itu, yang berlangsung selama empat hari dan diikuti lebih dari 700 peserta pameran, menampilkan teknologi mutakhir, produk, serta berbagai skenario penerapan di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Pelaku industri yang hadir di venue pameran tersebut mengatakan bahwa AI kian mempercepat integrasinya ke sektor pendidikan, layanan publik, manufaktur, dan kehidupan sehari-hari, yang meningkatkan efisiensi industri tradisional sekaligus menciptakan model bisnis baru dan peluang pertumbuhan ekonomi.

Di stan iFLYTEK Co., Ltd., perusahaan AI terkemuka China yang berfokus pada teknologi pengenalan suara cerdas dan AI, papan tulis pintar dengan nama iFLYTEK AI Board menarik perhatian luas para pengunjung.

Dengan menggabungkan papan tulis tradisional dengan layar elektronik, perangkat itu mendigitalkan persamaan yang ditulis dengan tangan secara langsung saat dituliskan, mengubah konsep matematika yang abstrak menjadi representasi visual yang jelas.

Sejumlah aplikasi berbasis AI serupa sudah mulai masuk ke ruang kelas.

Dalam pelajaran pendidikan jasmani di Sekolah Menengah Atas (SMA) Xinhua Kedua Tianjin, para siswa melakukan gerakan jongkok, melompat, dan mendarat mengikuti instruksi dari pemandu elektronik. Jarak lompatan mereka langsung diumumkan melalui sistem suara dan diunggah secara waktu nyata (real time) ke perangkat guru, sehingga memungkinkan analisis segera terhadap performa fisik dan indikator kebugaran para siswa.

"AI sedang mentransformasi pendidikan dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Dong Bin, wakil manajer umum pusat pemasaran merek di iFLYTEK.

"Teknologi ini membebaskan guru dari tugas-tugas yang berulang sehingga mereka dapat lebih fokus pada riset pendidikan, sekaligus membantu siswa mengurangi waktu untuk latihan yang berlebihan dan lebih berkonsentrasi pada pengembangan diri yang bermakna," imbuhnya.

Menurut perusahaan tersebut, iFLYTEK menyediakan produk dan solusi pendidikan pintar bagi lebih dari 50.000 sekolah di seluruh China, yang memberikan manfaat kepada lebih dari 130 juta guru dan siswa.

Di zona kecerdasan berwujud (embodied intelligence) pada pameran tersebut, berbagai jenis robot mendemonstrasikan kemampuannya dalam skenario kehidupan nyata, mulai dari memasak, memberikan layanan pijat, mengisi bahan bakar kendaraan dan menampilkan pertunjukan musik.

Salah satu yang menarik perhatian adalah Robot Polisi Pintar Aimoga (Aimoga Smart Police Robot), robot polisi lalu lintas beroda yang menggerakkan lengannya dengan presisi layaknya petugas berpengalaman saat mendemonstrasikan kemampuannya mengatur arus lalu lintas dalam kondisi dunia nyata.

Robot itu telah dioperasikan di sejumlah kota di China, termasuk Hefei, Wuhu, dan Changzhou, sebagai asisten cerdas bagi petugas polisi lalu lintas.

"Dilengkapi dengan lidar dan kamera 360 derajat, robot ini mampu melakukan navigasi secara otonomos, persepsi lingkungan, serta interaksi manusia-mesin," ujar Chen Gaoyuan, staf di AiMOGA Robotics Technology Co., Ltd.

"Robot ini dapat membantu mengatur lalu lintas dan melakukan patroli jalan raya, serta membantu mencegah pelanggaran lalu lintas, sekaligus mengambil alih tugas-tugas yang berulang dan membutuhkan banyak tenaga saat berlangsungnya acara besar maupun selama periode puncak arus lalu lintas pada hari libur," imbuh Chen.

Dengan berfokus pada pengembangan dan aplikasi komersial robot cerdas berwujud, perusahaan ini mempercepat transisi robotika dari demonstrasi teknologi ke penerapan di dunia nyata.

Robot humanoid, robot polisi lalu lintas, dan robot layanan medis yang dikembangkannya telah diekspor ke lebih dari 50 negara dan kawasan, serta digunakan di dealer otomotif, ruang ekshibisi, fasilitas layanan publik, rumah sakit, dan sektor manajemen lalu lintas.

Popularitas serupa juga terlihat di stan PaXini Technology yang berada di dekatnya. Perusahaan yang berfokus pada teknologi sensor sentuh multidimensi dan pengembangan robot humanoid itu telah menerapkan produknya secara luas di sektor manufaktur presisi, lini produksi otomotif, serta rehabilitasi medis.

Robot humanoid seri TORA mampu menjalankan berbagai tugas, termasuk menyiapkan dan mengantarkan makanan, membuat kopi, membersihkan meja, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, serta berbagai fungsi layanan lainnya, kata Lin Tong, eksekutif senior di PaXini Technology (Tianjin) Co., Ltd.

Lin menambahkan bahwa perusahaan tersebut telah menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan internasional terkemuka, dengan produk dan solusinya kini melayani pasar di kawasan Amerika Utara, Eropa, dan Asia-Pasifik.

"Industri kecerdasan berwujud China memiliki keunggulan yang jelas dalam hal kecepatan penerapan, keragaman skenario penggunaan, dan koordinasi rantai pasokan," ujar Lin.

"Dengan skenario manufaktur yang paling beragam di dunia, rantai pasokan yang komprehensif, serta lingkungan penerapan robot yang luas, China menyediakan arena pelatihan dunia nyata yang alami bagi pengembangan kecerdasan berwujud," imbuh Lin.

Di balik skenario aplikasi yang semakin kaya ini terdapat dukungan kebijakan yang berkelanjutan.

China menerbitkan rencana pengembangan AI generasi baru sejak 2017, dan tahun lalu meluncurkan pedoman untuk lebih lanjut mengimplementasikan inisiatif "AI Plus". Rencana Lima Tahun ke-15 China (2026-2030) juga menyerukan penerapan penuh inisiatif itu guna mendorong pembangunan berbasis AI, sehingga memacu pertumbuhan pesat inovasi AI di negara tersebut.

Menurut Administrasi Data Nasional (National Data Administration) China, negara itu menjadi pemegang paten AI terbesar di dunia dengan menguasai sekitar 60 persen dari total paten AI global, sementara skala industri inti AI-nya telah melampaui 1,2 triliun yuan (1 yuan = Rp2.621).

"AI sedang mempercepat integrasi mendalam dengan berbagai sektor industri, meningkatkan kapasitas sektor-sektor tradisional, serta mendorong terobosan dalam produktivitas dan efisiensi," ujar Wakil Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China Chen Jiachang.

Chen memperkirakan teknologi seperti kecerdasan berwujud, AI yang terinspirasi otak (brain-inspired AI), dan antarmuka otak-komputer (brain-computer interfaces) akan menciptakan area pertumbuhan dan model bisnis baru, menandai lompatan China menuju kekuatan utama AI.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026