Logo Header Antaranews Kalteng

Cara memperbaiki suasana hati orang lain melalui enam strategi psikologi

Selasa, 2 Juni 2026 19:13 WIB
Image Print
Ilustrasi seseorang dengan suasana hati gembira (Shutterstock)

Jakarta (ANTARA) - Psikolog mengungkap sejumlah strategi yang dapat digunakan untuk membantu memperbaiki suasana hati orang lain, baik dalam hubungan pribadi maupun lingkungan kerja.

Dilansir dari laman Psychology Today pada Senin, upaya mengelola emosi orang lain atau interpersonal affect regulation menjadi bagian penting dalam interaksi sehari-hari karena dapat memperkuat hubungan sosial dan meningkatkan kualitas komunikasi.

Penelitian yang dilakukan Naomi Niven, David Totterdell, dan Amanda Holman pada 2009 mengidentifikasi berbagai strategi yang umum digunakan seseorang untuk memengaruhi emosi orang lain.

Dari 955 contoh yang dikumpulkan, para peneliti membagi strategi tersebut ke dalam dua kelompok besar, yakni strategi yang membantu memperbaiki suasana hati dan strategi yang justru memperburuk emosi.

Untuk meningkatkan suasana hati, peneliti menemukan enam strategi utama.

Strategi pertama adalah menunjukkan penghargaan atau valuing, yakni membuat seseorang merasa dihargai dan diperhatikan melalui kehadiran, dukungan, serta perhatian yang tulus.

Strategi kedua adalah mengalihkan perhatian atau distracting, misalnya dengan mengajak seseorang melakukan aktivitas sosial, menghadiri acara, atau menghabiskan waktu bersama orang lain yang peduli terhadapnya.

Strategi ketiga adalah menggunakan humor untuk membantu seseorang tertawa dan menikmati momen yang lebih ringan.

Sementara itu, strategi keempat berfokus pada masalah yang dihadapi seseorang atau problem-focused engagement. Cara ini dilakukan dengan mendengarkan keluh kesah, memberi ruang untuk mengekspresikan perasaan, dan menunjukkan empati.

Strategi kelima adalah target-focused engagement, yaitu mengingatkan seseorang pada kelebihan, pencapaian, dan kemampuan yang dimilikinya agar kembali percaya diri.

Adapun strategi keenam adalah cognitive engagement, yakni membantu seseorang melihat situasi dari sudut pandang yang lebih objektif serta menemukan peluang atau solusi yang mungkin belum disadari.

Psikolog Jeremy Nicholson menjelaskan strategi-strategi tersebut dapat dipadukan menjadi tiga langkah praktis.

Langkah pertama adalah menghargai dan mendengarkan. Pada tahap ini, seseorang menunjukkan kepedulian sekaligus memberi ruang bagi lawan bicara untuk meluapkan perasaan dan pikirannya.

Langkah kedua adalah mengajak beraktivitas dan mengingatkan nilai positif yang dimiliki orang tersebut. Cara ini membantu mengurangi fokus berlebihan pada masalah sekaligus membangun kembali rasa percaya diri.

Langkah ketiga adalah menggunakan humor dan memberikan saran yang konstruktif. Humor dapat membantu meredakan ketegangan, sedangkan saran membantu seseorang melihat persoalan dengan perspektif yang lebih luas.

Menurut Nicholson, perpaduan ketiga langkah tersebut dapat membantu seseorang keluar dari pola pikir negatif dan membuat keputusan yang lebih baik.

Peneliti menilai kemampuan mengelola emosi orang lain secara positif dapat menjadi keterampilan penting untuk membangun hubungan yang lebih sehat dan suportif.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026